PenaKu.ID – Nama Mohamed Ihattaren kembali mencuri perhatian publik sepak bola. Pemain kelahiran Utrecht, 12 Februari 2002 itu sempat digadang-gadang sebagai salah satu bakat emas Belanda ketika menembus tim utama PSV Eindhoven pada usia 16 tahun. Namun, perjalanan kariernya jauh dari mulus, penuh pasang surut, dan kini ia mencoba menghidupkan kembali asa di Eredivisie.
Awal Karier Mohamed Ihattaren Bersama PSV
Ihattaren meniti jalur profesional di akademi PSV sebelum debut di tim utama pada 2019. Pada usia yang masih sangat muda, ia sudah dipuji karena visi permainan, teknik dribel, dan kemampuan mencetak gol. Media Belanda kala itu menjulukinya sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di Eropa.
Transfer Besar ke Juventus
Puncak sorotan datang pada Agustus 2021 ketika Juventus resmi mengumumkan perekrutan Ihattaren dengan kontrak jangka panjang (Juventus, 31/8/2021). Namun, ia tak sempat mencicipi laga resmi bersama Bianconeri. Juventus langsung meminjamkannya ke Sampdoria, lalu pada Januari 2022 dipindahkan ke Ajax dengan status pinjaman. Meski sempat menjalani masa adaptasi di Amsterdam, Ajax kemudian mengonfirmasi tidak mempermanjang opsi pembelian.
Pasang Surut dan Masalah Mohamed Ihattaren di Luar Lapangan
Selepas periode Ajax, Ihattaren lebih banyak menghiasi pemberitaan karena urusan di luar lapangan. NL Times (1/7/2025) melaporkan bahwa ia sempat berurusan dengan aparat hukum dan dijatuhi hukuman kerja sosial akibat kasus penyerangan dan ancaman. Rentetan masalah ini membuat kariernya meredup dan nilai pasarnya menurun drastis.
Upaya Comeback di Eredivisie
Setelah beberapa percobaan untuk bergabung dengan klub luar negeri tidak berjalan mulus, Ihattaren akhirnya kembali ke Belanda. Pada September 2024, RKC Waalwijk mengumumkan perekrutan sang gelandang dengan kontrak jangka pendek, seperti dilaporkan Football-Oranje (19/9/2024). Kesempatan ini disebut sebagai langkah baru untuk menghidupkan kembali perjalanan profesionalnya di Eredivisie.
Pilihan Internasional
Di level internasional, Ihattaren pernah memperkuat tim muda Belanda. Namun, pada pertengahan 2025 sejumlah media Maroko menyebut ia telah memutuskan untuk beralih membela negara asal keluarganya. Federasi Sepak Bola Maroko disebut tengah memproses administrasi untuk memastikan status resminya.
Kesimpulan
Karier Mohamed Ihattaren sejauh ini adalah kisah kontras: dari wonderkid yang dielu-elukan, hingga pemain yang berjuang mengembalikan kepercayaan publik. Kini, dengan kembali merumput di Eredivisie, Ihattaren memiliki kesempatan membuktikan bahwa bakatnya belum benar-benar padam.**