PenaKu.ID – Pasar energi global mengalami pergerakan fluktuatif setelah harga minyak dunia mendadak berbalik melemah tajam usai mencatatkan reli penguatan yang cukup panjang.
Penurunan harga ini dipicu oleh munculnya secercah harapan baru bagi upaya diplomasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh sejumlah pihak internasional.
Minyak Dunia Alami Koreksi Harga Komoditas Energi
Berdasarkan data pasar Refinitiv, harga minyak brent ditutup melemah 3,88% ke posisi US$ 96,78 per barel, mengakhiri tren kenaikan beruntun selama lima hari terakhir.
Penurunan serupa juga dialami oleh minyak mentah WTI yang terkoreksi 3,12% ke level US$ 89,31 per barel di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang masih membara.
Minyak Dunia Hadapi Risiko Geopolitik Masih Membayangi
Meskipun harga minyak sempat mengalami koreksi akibat sentimen diplomasi, para analis memperingatkan bahwa ancaman gangguan rantai pasok global belum sepenuhnya mereda.
Konflik berkelanjutan di jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz dan Laut Merah membuat pasar tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga energi di masa depan.**











