Sosial

Menjemput Masa Depan dari Balik Program MBG, Ketegasan Wakil Menteri Riza Patria Saat Kunjungi Dapur SPPG Sadeng 004 Bogor 

×

Menjemput Masa Depan dari Balik Program MBG, Ketegasan Wakil Menteri Riza Patria Saat Kunjungi Dapur SPPG Sadeng 004 Bogor 

Sebarkan artikel ini
IMG 20260216 WA0040
Foto Istimewa: Wamen DPDT Ir. H. Ahmad Riza Patria Saat Mengunjungi Dapur SPPG MBG Mama Bakry Sadeng 004 di Kecamatan Sadeng, Kabupaten Bogor, Minggu (15/2/2026).

PenaKu.ID – Cahaya lampu tembak berpendar membelah kegelapan malam saat iring-iringan mobil memasuki pelataran halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Mama Bakry Sadeng yang berdiri megah dan resik. Meski jarum jam telah bergeser jauh dari hiruk-pikuk siang, suasana di sana justru terasa makin sakral. 

Malam itu bukan sekedar Dzikir Akbar dan Tarkib Ramadhan tetapi, Di sana, di garis depan perjuangan melawan stunting, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (DPDT), Ir. H. Ahmad Riza Patria, berdiri tegap dengan tatapan tajam namun penuh haru. Beliau hadir membawa api semangat yang tak kunjung padam demi memastikan gizi anak bangsa tetap terjaga, bahkan saat dunia mulai terlelap.

Beliau menghadiri Dzikir Akbar dan Tarkib Ramadhan di Pondok Pesantren (Ponpes) Mama Bakry Sadeng sekaligus mengunjungi Dapru SPPG MBG Sadeng 004 tepatnya di Jalan Raya Sadeng No. 09, RT 01/01, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (15/2/2026).

Dengan langkah tegap beliau di sambut Pimpinan tokoh Ponpes Bakry Sadeng beserta para santri dan Owner Dapur SPPG MBG, Muhammad Sayyid Agil masuk menuju dapur MBG, sang Wamen RI DPDT tidak memulai berpidato dengan basa-basi birokrasi yang membosankan. Beliau langsung menusuk ke jantung persoalan.

“Bangsa yang Besar Tidak Boleh Membiarkan Anak-Anaknya Lapar!”

“Saudara-saudara sekalian,” suaranya menggelegar melalui pengeras suara, berwibawa namun tetap menyentuh sanubari. “Kita sering bicara tentang Indonesia Emas 2045. Kita bicara tentang pertumbuhan ekonomi, tentang alutsista, tentang kedaulatan. Tapi dengarlah! Tidak ada gunanya gedung pencakar langit, tidak ada gunanya senjata canggih, kalau anak-anak kita, anak-anak Indonesia, otaknya tidak berkembang karena kurang gizi!”

Beliau berhenti sejenak, menyapu pandangan ke arah para jamaah santri dan relawan dapur MBG seusai malaksanakan Dzikir Akbar dan Tarkib Ramadhan.

“Dapur yang kita kunjungi malam ini bukan sekadar tempat memasak. Ini adalah pabrik masa depan. Dari panci-panci ini, dari sayur-mayur petani lokal ini, kita sedang membangun fondasi intelektual bangsa. Kita tidak mau lagi melihat anak-anak kita kalah bersaing karena mereka lapar di sekolah!”

Gotong Royong dan Kedaulatan Pangan

Dalam sambutannya, sang Wamen Riza Patria  menekankan bahwa program MBG adalah wujud nyata dari kedaulatan yang dimulai dari piring makan. Beliau menegaskan bahwa seluruh bahan baku harus diserap dari desa-desa sekitar.

  • Telur dari peternak lokal.
  • Beras dari sawah rakyat sendiri.
  • Susu dari sapi-sapi kita sendiri.

“Ini yang namanya ekonomi kerakyatan! Kita mandiri! Kita tidak boleh tergantung pada belas kasihan bangsa lain untuk urusan perut rakyat kita sendiri,” tegasnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Simbol Keberanian Mengambil Langkah

Usai memberikan sambutan, sang Wamen langsung menuju area dapur. Beliau tidak ragu untuk mencicipi langsung menu yang disiapkan: nasi, ayam, sayur mayur, dan buah. Dengan gaya yang sangat khas, beliau mengangguk mantap setelah suapan pertama.

“Enak! Ini layak. Kalau saya saja suka, anak-anak kita pasti suka. Kita harus berani memulai. Jangan banyak diskusi, jangan banyak seminar. Rakyat butuh bukti, bukan janji-janji di atas kertas!”

Pada kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak sedang main-main. Di balik kepulan asap dapur MBG, ada harapan besar bahwa generasi mendatang akan tumbuh lebih tinggi, lebih cerdas, dan lebih berani untuk membawa Indonesia terbang lebih jauh di panggung dunia.

Sementara itu, Owner mitra dapur SPPG MBG Muhammad Sayyid Agil seusai bersalaman dengan Wakil Menteri DPDT Ir. H. Ahmad Riza Patria dan menunjukkan fasilitas cold storage serta sistem digitalisasi dapurnya, sang Owner seorang pemuda berpakaian kemeja taktis yang rapi memberikan keterangan kepada awak media dengan gaya yang straight to the point:

“Pertama-tama, saya ingin highlight bahwa ini bukan sekadar proyek katering massal. Bagi kami di tim manajemen, dapur ini adalah sebuah start-up logistik nutrisi. Kita mengadopsi standar food safety yang sangat rigid, setara dengan industri global, karena quality control adalah harga mati kalau kita bicara soal apa yang dimakan anak-anak kita,” cetus Agil

Agil sapaan akrab yang merupakan pengusaha muda ini sangat mengapresiasi dukungan Pak Wamen Riza Patria yang melihat bahwa eksekusi di lapangan butuh kecepatan dan ketepatan. At the end of the day, kesuksesan program MBG ini bukan cuma soal kenyang, tapi soal data-driven nutrition. Setiap kalori dan gram protein yang keluar dari dapur ini sudah terhitung (calculate) untuk memastikan output maksimal bagi tumbuh kembang mereka.

Harapan terhadap Program MBG ke Depan

Saat ditanya mengenai visi jangka panjangnya, ia menambahkan beberapa poin kunci:

Multiplier Effect bagi UMKM: “Harapan saya, program ini jadi engine pertumbuhan ekonomi lokal yang nyata. Kami partnering dengan petani lokal bukan karena kasihan, tapi karena kita ingin membangun supply chain yang tangguh. Kita ingin mereka naik kelas bersama kita.” ucapnya.

Selain itu lanjut dia, keberlanjutan (Sustainability), Agil ingin MBG ini jadi program yang sustainable. Bukan cuma hit and run. Kita ingin melihat dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, skor IQ dan tinggi badan anak-anak kita melompat jauh. Itu adalah Return on Investment (ROI) terbaik bagi negara.

Standardisasi Nasional: 

“Semoga dapur yang kami bangun ini bisa menjadi blueprint atau standar bagi wilayah lain. Kita butuh kolaborasi antara pemerintah yang punya visi dan sektor privat yang punya eksekusi lincah. Intinya, kita sedang melakukan investasi paling ‘cuan’ sepanjang sejarah Indonesia, yaitu investasi pada manusia. Let’s execute this with excellence!,” tutupnya dengan senyum optimis.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *