Religi

Membumikan Al-Qur’an di Lorong Kesembuhan: Lantunan Ayat Suci Warnai Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H di RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi 

IMG 20260310 WA0054
Foto Istimewa: Direktur Utama UOBK RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, H. Yanyan Rusyandi SE, M.kes di Damping Kabid ESDM Saat Memberikan Sertifikat Penghargaan Lomba MTQ Kepada Juara Lomba MTQ Pada Peringatan Nuzulul Qur'an dilingkungan Rumah Sakit, Selasa (10/3/2026).

PenaKu.ID  – Gema wahyu ilahi menghadirkan suasana khidmat di Masjid Jami Al-Ikhwan, lingkungan UOBK RSUD R. Syamsudin, SH, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pada Selasa (10/03). Di tengah kesibukan melayani kemanusiaan, keluarga besar rumah sakit plat merah ini sejenak bersimpuh untuk memperingati malam turunnya Al-Qur’an atau Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah dengan penuh rasa syukur.

Direktur Utama UOBK RSUD R. Syamsudin, SH, H. Yanyan Rusyandi, SE., M.Kes., hadir dengan wibawa yang religius. Mengenakan kemeja berwarna putih ditambah plat denim dipadu peci hitam, beliau menyampaikan pesan mendalam bahwa rumah sakit bukan sekadar tempat ikhtiar penyembuhan fisik, melainkan ruang di mana nilai-nilai langit harus menjadi ruh dalam setiap tindakan medis.

Al-Qur’an Sebagai As-Syifa (Obat)

Dalam sambutannya, H. Yanyan mengajak seluruh civitas hospitalia untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman etika tertinggi dalam melayani masyarakat.

“Al-Qur’an adalah mukjizat yang membawa cahaya dan kesembuhan (As-Syifa). Di tempat ini, kita setiap hari berhadapan dengan ujian kesabaran. Maka, jadikanlah Al-Qur’an sebagai imam dalam pelayanan kita. Melayani pasien dengan kasih sayang bukan sekadar tugas profesi, melainkan bentuk ibadah kita kepada Allah SWT,” ujar beliau dengan nada yang tenang dan menyejukkan.

Beliau juga menekankan pentingnya muhasabah atau refleksi diri di momen suci ini. Baginya, tenaga medis adalah perantara, sementara kesembuhan sejati datang dari Sang Khalik. Integritas dan kejujuran dalam bekerja adalah wujud nyata dari pengamalan ayat-ayat suci.

Geliat Syiar: Dari Lomba MTQ hingga Santunan

Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini terasa lebih semarak namun tetap sakral. Sebelum acara puncak, Masjid Jami Al-Ikhwan menggelar perlombaan religi, termasuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) antar pegawai. Lomba ini digelar untuk memotivasi karyawan agar tidak hanya mahir dalam keilmuan medis, tetapi juga mencintai dan fasih melantunkan Al-Qur’an.

Rangkaian acara tersebut juga diisi dengan beberapa kegiatan utama:

Selain itu tambah H. Yanyan, Khotmil Qur’an bersama pembacaan ayat suci secara serentak oleh dokter dan perawat di sela-sela waktu istirahat pelayanan.

“Tak hanya itu santunan Anak Yatim sebagai bentuk kepedulian sosial yang diajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat sekitar dan juga Tausiyah Spiritual Mengkaji “Etika Kedokteran dalam Perspektif Islam” guna memperkuat landasan moral tenaga kesehatan,” ucapnya.

Pelayanan Berbasis Nilai Langit

Menutup rangkaian acara, H. Yanyan menyampaikan harapan besar agar atmosfer religius ini mampu menurunkan tingkat stres kerja dan meningkatkan kualitas senyum dalam pelayanan.

“Kami ingin RSUD R. Syamsudin, SH tidak hanya dikenal karena kecanggihan alat kesehatannya, tetapi juga karena kesejukan pelayanannya yang bersumber dari nilai-nilai langit,” pungkas H. Yanyan, sebelum akhirnya memimpin doa bersama demi kesembuhan seluruh pasien yang sedang berjuang di ruang-ruang perawatan.

***

Exit mobile version