Ragam

Luka yang Mendalam: Mengapa Hati yang Tersakiti Sulit Pulih?

Luka yang Mendalam: Mengapa Hati yang Tersakiti Sulit Pulih?
Luka yang Mendalam: Mengapa Hati yang Tersakiti Sulit Pulih?/(pixabay)

PenaKu.ID – Kecewa dan sakit hati adalah pengalaman emosional yang bisa dialami siapa saja. Ketika seseorang yang kita percayai justru menjadi sumber luka, dampaknya tidak hanya terasa di pikiran, tetapi juga di fisik.

Hati yang tersakiti sering kali memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk bisa kembali berfungsi normal dalam menjalin relasi.

Dampak Psikologis dari Luka yang Mendalam

Perasaan dikhianati atau disakiti secara emosional dapat memicu stres yang berkepanjangan. Kondisi ini sering kali membuat seseorang menjadi lebih tertutup dan sulit untuk menaruh kepercayaan pada orang baru.

Rasa trauma yang membekas membuat mekanisme pertahanan diri aktif secara berlebihan, sehingga individu tersebut cenderung menarik diri dari lingkungan sosial demi menghindari rasa sakit yang serupa.

Proses Penyembuhan Luka yang Mendalam

Penyembuhan hati bukanlah proses linier. Ada hari di mana seseorang merasa sudah baik-baik saja, namun di hari lain luka tersebut kembali terasa pedih.

Memaafkan mungkin menjadi jalan keluar, tetapi melupakan kejadian yang menyakitkan adalah hal yang hampir mustahil.

Dukungan dari lingkungan terdekat dan kemauan untuk menerima kenyataan adalah kunci utama agar seseorang bisa melangkah maju tanpa terus dibayangi masa lalu yang pahit.**

Exit mobile version