PenaKu.ID – Louis van Gaal memutuskan mengakhiri tugasnya sebagai penasihat Dewan Pengawas Ajax Amsterdam. Keputusan tersebut diambil setelah ia menilai proses birokrasi internal klub terlalu panjang dan membuat pengambilan keputusan teknis berjalan lambat.
Dalam keterangannya pada Selasa (11/8/2026), Van Gaal mengungkapkan bahwa sejumlah sarannya sebagai penasihat tidak lagi mendapat perhatian dari manajemen Ajax. Ia sebelumnya mulai menjalankan peran tersebut sejak Oktober 2023 atas permintaan mantan Pimpinan Dewan Pengawas, Michael van Praag.
Van Gaal kemudian memilih menyelesaikan perannya pada awal Juli 2026. Menurutnya, Ajax tetap memiliki tempat khusus baginya, tetapi sebuah klub harus mampu menghasilkan keputusan dan prestasi sesuai target.
Louis van Gaal Terlalu Banyak Pihak dalam Keputusan Teknis Ajax
Salah satu persoalan yang disoroti Van Gaal adalah banyaknya orang yang terlibat dalam keputusan teknis. Ia menyebut terdapat 16 orang dari direksi, dewan pengawas, hingga dewan pengurus yang ikut menentukan kebijakan terkait pelatih dan perekrutan pemain.
“Dalam beberapa tahun terakhir, ada 16 orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan teknis. Direksi, dewan pengawas, dan dewan pengurus. Itu tidak mungkin. Ditambah lagi, banyak yang tidak mengerti sepak bola,” kata Van Gaal.
Ia menilai hanya dua dari 16 orang tersebut yang memiliki pengalaman sepak bola level teratas. Kondisi itu dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan sepak bola modern yang menuntut keputusan cepat.
Louis van Gaal Bandingkan Ajax dengan PSV
Pengaruh Van Gaal disebut semakin berkurang setelah Van Praag mundur sebagai ketua interim Dewan Pengawas pada Februari 2025. Sejak itu, masukan teknisnya tidak lagi ditindaklanjuti.
“Setelah Michael van Praag mundur, saran saya tidak pernah lagi dipakai. Saya merasa tidak dihargai oleh Ajax. Sekarang saya merasa hanya digunakan sebagai perisai, sehingga lebih baik saya berhenti,” terang Van Gaal.
Ia membandingkan situasi Ajax dengan PSV Eindhoven yang dinilainya memiliki jalur komunikasi lebih singkat dan kewenangan pelatih yang jelas. Sebelumnya, mantan anggota Dewan Pengawas Ajax Danny Blind juga mengundurkan diri karena persoalan serupa.**











