PenaKu.ID – Iran tengah menghadapi gelombang protes nasional yang dipicu oleh anjloknya kondisi ekonomi secara drastis.
Rakyat turun ke jalan untuk menyuarakan kemarahan atas tingginya inflasi dan jatuhnya nilai tukar mata uang rial terhadap dolar AS.
Kejatuhan Nilai Rial dan Kenaikan Harga Iran
Demonstrasi bermula di pasar-pasar utama Teheran setelah nilai rial mencapai titik terendah sepanjang sejarah.
Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi semakin memperkeruh suasana, hingga memicu bentrokan fisik antara massa dan aparat keamanan di berbagai kota.
Respons Teheran dan Tekanan Internasional
Presiden Masoud Pezeshkian berjanji akan memperbaiki ekonomi, namun tindakan keras aparat di lapangan telah memakan banyak korban jiwa.
Situasi ini menarik perhatian dunia, termasuk Amerika Serikat yang memberikan peringatan keras terhadap perlakuan pemerintah setempat kepada demonstran.**
