PenaKu. ID – Komunitas Madani Purwakarta (KMP) mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan verifikasi faktual partisipatif terhadap neraca air, neraca bahan baku, proses produksi, serta pengelolaan air limbah PT Win Textile.
Desakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Giat Verifikasi KMP pada 29 Juli 2026, yang memperoleh sejumlah informasi awal dari perusahaan.
Hal tersebut disampaikan Ketua KMP Zainal Abidin kepada PenaKu.ID, Rabu (26/8/2026). Menurutnya, informasi tersebut belum merupakan kesimpulan mengenai adanya pelanggaran atau tindak pidana.
Justru karena itu, kata Zainal, seluruh data perlu diuji melalui verifikasi faktual, dokumen, pengukuran lapangan, dan pemeriksaan teknis oleh instansi yang berwenang.
Dalam Giat Verifikasi 29 Juli 2026, diperoleh informasi awal antara lain:
- Jumlah karyawan sekitar 1.300 orang;
- Kapasitas produksi yang disampaikan sekitar 50 juta ton kain per tahun;
- Terdapat informasi mengenai kapasitas/debit air terpasang dari PJT II sebesar 380.000 m³;
- Neraca bahan baku belum tersajikan dan akan dilaporkan;
- Produksi sludge sekitar 8–10 ton per hari;
- Data operasional belum tersajikan dan akan dilaporkan;
- Kapasitas desain IPAL produksi sekitar 13.000 m³ per hari;
- Dalam verifikasi belum teridentifikasi adanya IPAL domestik;
- Dokumen terkait izin/persetujuan pembuangan atau pengelolaan air limbah akan dilaporkan;
- Berdasarkan perhitungan awal KMP, potensi kebutuhan air proses produksi berada pada kisaran 15.150–22.725 m³ per hari;
- Potensi kebutuhan air domestik diperkirakan sekitar 39 m³ per hari.
Dijelaskan, KMP memandang data tersebut perlu ditempatkan dalam satu kerangka:
neraca air dan neraca bahan baku. Sebab, data produksi, bahan baku, penggunaan air, air limbah, kapasitas IPAL dan pembuangan/pemanfaatan air limbah seharusnya dapat dijelaskan secara konsisten dan dapat ditelusuri.
Pertanyaan KMP Sederhana, Neraca Airnya Mana ?
Menurutnya, jika potensi kebutuhan air proses produksi berada pada kisaran 15.150–22.725 m³/hari, sementara kapasitas desain IPAL produksi yang disampaikan sekitar 13.000 m³/hari, terdapat perbedaan angka sekitar 2.150–9.725 m³/hari.
Dia menegaskan neraca air dan data operasional yang dapat diverifikasi.
Berapa air yang benar-benar digunakan dalam proses?; Berapa yang menjadi bagian dari produk?; Berapa yang digunakan kembali?; Berapa yang menguap?; Berapa yang menjadi air limbah?; Berapa yang masuk ke IPAL?; Berapa yang keluar dari IPAL?.
“Setelah diolah, air limbahnya dialirkan atau dimanfaatkan kemana,” kata Zainal mempertanyakan. **






