Pendidikan

Kepsek SDN Tarikolot 04 Suarakan Keluhan Orang Tua Murid Terkait Ketimpangan Pembangunan Sekolah di Citeureup

Kepsek SDN Tarikolot 04 Suarakan Keluhan Orang Tua Murid Terkait Ketimpangan Pembangunan Sekolah di Citeureup
(Kiri) Saat Kepsek SDN Tarikolot 04 Keluarkan Aspirasi, (Kanan) Reses Masa Sidang II Tahun Sidang 2025-2026 Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) 1 di Kecamatan Citeureup. (Foto: Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Keluhan mengenai ketimpangan pembangunan infrastruktur pendidikan mencuat dalam kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun Sidang 2025-2026 Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) 1 di Kecamatan Citeureup, Selasa (10/2/2026).

Kepala Sekolah SDN Tarikolot 04 sekaligus Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Citeureup, Namikarsa, menyampaikan kritik tajam terkait distribusi bantuan fisik sekolah yang dinilai belum merata. Berdasarkan data yang ia paparkan, progres pembangunan fisik di wilayah Citeureup baru menyentuh angka sekitar 60 persen.

“Sekitar 26 sekolah dasar (SD) di Kecamatan Citeureup masih menunggu giliran dan belum mendapatkan bantuan pembangunan fisik,” ungkap Namikarsa di hadapan para wakil rakyat di Reses DPRD Kabupaten Bogor Kecamatan Citeureup.

Protes dari Orang Tua Siswa di Citeureup 

Namikarsa menjelaskan bahwa kondisi di lapangan mulai menimbulkan gejolak di tingkat wali murid. Ia menyebut adanya kecemburuan sosial karena beberapa sekolah tampak lebih mudah mendapatkan bantuan dibandingkan sekolah lainnya.

“Orang tua itu mengadu, katanya ‘licin’. Ini (sekolah lain) sudah sekian tahun menang (dapat bantuan), tapi sekolah ini belum dapat-dapat,” ujarnya menirukan keluhan warga.

Ia juga sempat berkelakar namun serius kepada salah satu anggota dewan, menyinggung bahwa aspirasi ini juga datang dari masyarakat yang berada di lingkungan sekitar para pimpinan daerah.

Harapan Pemerataan Pembangunan

Melalui forum reses ini, Namikarsa berharap DPRD Kabupaten Bogor dapat lebih jeli dalam memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di Citeureup. Ia menekankan bahwa sisa 40 persen sekolah yang belum tersentuh pembangunan harus segera diprioritaskan agar kualitas pendidikan di Kabupaten Bogor bisa seragam.

Menanggapi hal tersebut, para Anggota DPRD dari Dapil 1 berkomitmen untuk menampung data sekolah yang dimaksud guna diperjuangkan dalam pembahasan anggaran pembangunan di tingkat kabupaten.***

Exit mobile version