Internasional

Kanada Balas Tarif AS, Hubungan dengan Washington Makin Tegang

Kanada Balas Tarif AS, Hubungan dengan Washington Makin Tegang
Kanada Balas Tarif AS, Hubungan dengan Washington Makin Tegang. /Ilustrasi (foto: istimewa)

PenaKu.ID – Hubungan Kanada dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pemerintah Kanada mulai memberlakukan tarif balasan terhadap barang-barang asal Amerika Serikat dengan nilai sekitar US$20 miliar pada Selasa (8/9/2026).

Kebijakan tersebut merupakan respons Ottawa terhadap tarif baru yang sebelumnya diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap sejumlah produk Kanada. Tarif balasan Ottawa berada di kisaran 15 persen hingga 50 persen, bergantung pada jenis barang yang dikenai pungutan.

Penerapan tarif itu membuka babak baru dalam perselisihan dagang Ottawa dan Washington yang telah berlangsung sekitar 18 bulan. Upaya perundingan bilateral yang sebelumnya diharapkan dapat menurunkan ketegangan justru mengalami kebuntuan.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebelumnya menyatakan bahwa Ottawa masih membuka kesempatan untuk melanjutkan pembicaraan. Namun, pemerintah Kanada menginginkan negosiasi yang lebih serius dan tidak berlangsung di bawah tekanan sepihak.

“Kami tetap siap untuk berbicara,” menjadi garis besar sikap pemerintah Kanada dalam beberapa pekan terakhir. Carney menilai Washington perlu memperlihatkan keseriusan terlebih dahulu sebelum perundingan dapat kembali berjalan.

Perdagangan Amerika Utara Terancam

Eskalasi tarif berpotensi memberikan tekanan semakin besar terhadap hubungan perdagangan Ottawa dan Washington.

Amerika Serikat merupakan pasar ekspor terbesar Ottawa. Sekitar dua pertiga ekspor Ottawa masih ditujukan ke pasar AS. Meski demikian, Ottawa dalam beberapa bulan terakhir mulai berupaya mengurangi ketergantungan tersebut dengan memperluas hubungan perdagangan dengan negara-negara lain.

Tanda-tanda tekanan terhadap perdagangan Kanada mulai terlihat dalam data terbaru.

Pada Juli 2026, surplus perdagangan Ottawa menyusut menjadi sekitar C$769 juta, dari C$4,2 miliar pada Juni. Ekspor Ottawa secara keseluruhan turun 2,3 persen, sedangkan ekspor ke Amerika Serikat mengalami penurunan lebih besar, yakni 6,6 persen.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian karena tarif baru AS berpotensi meningkatkan beban perusahaan Kanada yang selama ini mengandalkan pasar Amerika.

Di sisi lain, perusahaan dan konsumen di Amerika Serikat juga berpotensi merasakan dampaknya. Kanada merupakan pemasok penting untuk berbagai kebutuhan pasar AS, mulai dari bahan mentah, komponen industri, produk pertanian hingga barang manufaktur.

Rantai Pasok Kanada-AS Saling Terhubung

Keterkaitan ekonomi kedua negara membuat dampak perang tarif tidak hanya dirasakan oleh satu pihak.

Selama puluhan tahun, perusahaan Ottawa dan Washington telah membangun rantai pasok yang saling terintegrasi. Karena itu, upaya mengurangi ketergantungan Ottawa terhadap AS tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Ottawa Mulai Kurangi Ketergantungan pada AS

Pemerintahan Carney mulai mendorong penguatan kapasitas produksi domestik sekaligus memperluas akses pasar ke luar Amerika Utara.

Salah satu langkah tersebut terlihat dari keputusan Ottawa mengalokasikan C$4,7 miliar untuk membangun dan memelihara rangkaian kereta penumpang VIA Rail di Kanada.

Proyek tersebut mencakup produksi 313 kereta generasi baru dan diperkirakan menciptakan hampir 700 lapangan pekerjaan di Ontario dan Quebec.

Kebijakan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan perang tarif. Namun, keputusan memproduksi kereta di dalam negeri memiliki arti strategis ketika tekanan dari Washington semakin meningkat.

Strategi Diversifikasi Perdagangan

Ottawa berupaya memperkuat produksi domestik dan mencari pasar baru sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat.

Langkah tersebut tidak mudah mengingat perusahaan di kedua negara telah bergantung pada jaringan produksi dan pasokan lintas perbatasan selama puluhan tahun.

Bombardier Ikut Terseret

Ketegangan perdagangan Kanada dan AS bahkan mulai merambah sektor penerbangan.

Presiden Donald Trump pada Senin (7/9/26) mengatakan produsen pesawat asal Kanada, Bombardier, seharusnya tidak dapat menjual pesawatnya di Amerika Serikat apabila perusahaan tersebut tidak memproduksi pesawat di wilayah AS.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social. Hal tersebut menambah kekhawatiran bahwa konflik perdagangan dapat meluas ke sektor-sektor strategis.

Namun, keterkaitan Bombardier dengan perekonomian Amerika Serikat jauh lebih kompleks daripada sekadar hubungan antara perusahaan asing dan pasar AS.

Bombardier mempekerjakan sekitar 3.500 orang di Amerika Serikat serta bekerja sama dengan sekitar 2.800 pemasok Amerika. Perusahaan tersebut juga mengeluarkan lebih dari US$2,5 miliar setiap tahun untuk pemasok di AS.

Selain itu, pesawat Bombardier menggunakan mesin yang diproduksi di Amerika Serikat.

Industri Kedua Negara Sulit Dipisahkan

Kondisi tersebut menggambarkan kuatnya integrasi industri Kanada dan AS. Pemisahan rantai produksi melalui tarif maupun pembatasan perdagangan berpotensi menimbulkan dampak bagi perusahaan di kedua sisi perbatasan.

Pasar Kerja Kanada Mulai Tertekan

Tekanan terhadap perekonomian Kanada juga mulai terlihat dari perkembangan pasar tenaga kerja.

Kanada kehilangan 41.700 pekerjaan pada Agustus 2026. Angka tersebut berlawanan dengan perkiraan ekonom yang sebelumnya memproyeksikan penambahan sekitar 15.000 pekerjaan.

Tingkat pengangguran tetap berada pada level 6,4 persen. Penurunan terutama terjadi pada pekerjaan penuh waktu, yang berkurang hampir 36.000 posisi.

Belum terdapat dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh kehilangan pekerjaan tersebut merupakan akibat konflik perdagangan dengan Amerika Serikat.

Meski demikian, meningkatnya ketidakpastian dalam hubungan perdagangan menjadi salah satu risiko yang kini dihadapi dunia usaha Kanada.

Warga Kanada Mulai Menjauh dari AS

Dampak ketegangan antara Ottawa dan Washington tidak hanya terlihat dalam aktivitas perdagangan, tetapi juga mulai terasa di sektor pariwisata.

Data yang dikutip Associated Press menunjukkan perjalanan warga Kanada ke Amerika Serikat turun sekitar 25 persen pada 2025. Pada periode yang sama, pengeluaran wisatawan Kanada di AS berkurang sekitar US$2,4 miliar.

Sejumlah perusahaan dan otoritas pariwisata di Amerika Serikat kini berusaha menarik kembali wisatawan Kanada melalui berbagai program promosi.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perselisihan antara pemerintah Washington dan Ottawa mulai memengaruhi hubungan ekonomi sekaligus persepsi masyarakat kedua negara.

Masa Depan USMCA Dipertaruhkan

Persoalan yang lebih besar kini berkaitan dengan masa depan United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA), perjanjian perdagangan yang menjadi salah satu fondasi integrasi ekonomi Amerika Utara.

Eskalasi tarif membuat proses peninjauan dan masa depan kerangka perdagangan tersebut semakin tidak pasti. Reuters melaporkan tidak terdapat pembicaraan dagang aktif antara Washington dan Ottawa ketika tarif balasan Kanada mulai diberlakukan. Bagi dunia usaha, ketidakpastian menjadi persoalan tersendiri.

Perusahaan membutuhkan kepastian mengenai biaya impor, akses pasar, investasi, serta rantai pasok. Jika tarif bertahan dalam waktu lama, semakin besar kemungkinan perusahaan mengubah lokasi produksi atau mencari pemasok dari negara lain.

Tarif Menambah Tekanan pada Dunia Usaha

Ketidakpastian kebijakan perdagangan dapat membuat perusahaan harus menghitung ulang strategi produksi dan investasinya.

Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi keputusan perusahaan di kedua negara, terutama sektor yang selama ini bergantung pada rantai pasok lintas perbatasan.

Carney Hadapi Tekanan untuk Tetap Tegas

Di dalam negeri, posisi Mark Carney sejauh ini relatif kuat. Sikap tegas terhadap Washington mendapat dukungan dari banyak warga Kanada.

Namun, dukungan tersebut berpotensi berubah jika konflik berlangsung berkepanjangan dan mulai memberikan dampak lebih besar terhadap harga barang, investasi, lapangan pekerjaan, serta pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah Kanada menghadapi dilema untuk tetap mempertahankan tekanan terhadap Amerika Serikat sekaligus mencegah perekonomian domestik mengalami kerugian yang terlalu besar.

Carney berupaya menunjukkan bahwa Kanada memiliki pilihan lain. Pemerintahnya mendorong diversifikasi perdagangan, memperkuat produksi dalam negeri, serta memperluas hubungan dengan mitra di luar Amerika Utara.

Belum Ada Tanda Konflik Akan Segera Berakhir

Sampai saat ini, belum terlihat tanda kuat bahwa Washington dan Ottawa akan segera mencapai kesepakatan baru.

Trump sebelumnya bahkan mengancam menaikkan tarif terhadap kendaraan dan suku cadang otomotif Kanada hingga 50 persen. Ancaman tersebut menambah ketidakpastian bagi industri otomotif yang memiliki jaringan produksi lintas perbatasan.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah Kanada berusaha menghindari retorika yang terlalu konfrontatif dan tetap mempertahankan jalur diplomatik.

Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan tekanan ekonomi untuk mendorong kedua pemerintah kembali ke meja perundingan.

Jika hal tersebut tidak terjadi, perang tarif berpotensi berkembang menjadi perubahan struktural dalam hubungan ekonomi Amerika Utara.

Bagi Kanada, tantangan utamanya adalah mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat tanpa kehilangan keuntungan dari kedekatan geografis dan integrasi ekonomi yang telah terbangun selama puluhan tahun.

Sementara bagi Amerika Serikat, penerapan tarif terhadap Kanada juga membawa risiko bagi perusahaan domestik yang selama ini bergantung pada pasokan dan jaringan produksi dari negara tetangga tersebut.

Dengan demikian, perselisihan Kanada dan Amerika Serikat kini tidak lagi sebatas persoalan tarif. Konflik tersebut mulai menguji fondasi hubungan ekonomi dan politik kedua negara yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu pasangan mitra dagang paling terintegrasi di dunia.** (tds)
~source: Financial Times, Reuters, AP News

Exit mobile version