Seleb

Juicy Seyeon dan BJ K Diselidiki Polisi, Ini Kasus Zolpidem

Juicy Seyeon dan BJ K Diselidiki Polisi, Ini Kasus Zolpidem
Juicy Seyeon dan BJ K Diselidiki Polisi, Ini Kasus Zolpidem/Instagram

PenaKu.ID – Juicy Seyeon dan streamer BJ K dilaporkan tengah diselidiki polisi Korea Selatan terkait dugaan penggunaan zolpidem, obat tidur yang masuk kategori psikotropika. Keduanya diduga menggunakan obat tersebut pada pertengahan Juni.

Dikutip dari Kookmin Ilbo, 1 September, Seoul Gangnam Police Station menetapkan keduanya sebagai tersangka tanpa penahanan pada 30 Juli atas dugaan pelanggaran Narcotics Control Act. Polisi masih mendalami bagaimana zolpidem diperoleh dan digunakan.

Juicy Seyeon dan BJ K Juga Terseret Dugaan Resep Lewat Orang Lain

BJ K menghadapi perkara lain terkait dugaan memperoleh resep obat psikotropika melalui pihak ketiga. Ia disebut meminta seseorang yang dikenalnya mendapatkan resep obat tidur untuk kemudian menerima obat tersebut.

Pada 27 Agustus, BJ K mengakui dalam siarannya bahwa dirinya telah diperiksa polisi mengenai persoalan resep tersebut. Ia menyatakan kini memperoleh resep melalui jalur yang sah.

Dalam sistem hukum Korea Selatan, resep melalui pihak ketiga tidak diperbolehkan secara umum dan hanya dapat dilakukan dalam kondisi terbatas. Persoalan menjadi lebih serius ketika obat yang diperoleh termasuk zat yang pengawasannya ketat.

Mengapa Zolpidem Diawasi Ketat dan Menyeret Juicy Seyeon?

Zolpidem merupakan obat untuk mengatasi insomnia dan penggunaannya sah apabila berdasarkan resep serta pengawasan dokter. Namun, obat ini dikategorikan sebagai psikotropika di Korea Selatan karena memiliki potensi penyalahgunaan.

Efeknya dapat mencakup kantuk, pusing, gangguan ingatan, hingga penurunan kemampuan mengambil keputusan. Penggunaan bersama alkohol atau zat penekan sistem saraf pusat juga dapat memperkuat efek sedatif.

Polisi kini masih mengusut cara obat tersebut diperoleh dan dikonsumsi. Belum ada putusan yang menyatakan Juicy Seyeon maupun BJ K bersalah. Hasil akhir perkara akan bergantung pada penyidikan dan proses hukum berikutnya.**

Exit mobile version