PenaKu.ID – Atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Jaenal Aripin, kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang internasional. Pada TLAXCALA 2026 World Para Athletics Grand Prix edisi ke-12 yang berlangsung di Meksiko, Jaenal Aripin berhasil mempersembahkan tiga medali untuk Indonesia, yakni dua medali emas dan satu medali perak.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Bandung Barat sekaligus menunjukkan daya saing atlet para atletik Indonesia di tingkat dunia. Di tengah persaingan dengan para atlet terbaik dari berbagai negara, Jaenal mampu tampil konsisten dan meraih hasil gemilang.
Jaenal Aripin Persembahkan 2 Emas dan 1 Perak
Medali perak diperoleh Jaenal Aripin pada nomor lari 100 meter putra kelas T54. Penampilannya yang impresif dengan kecepatan dan strategi yang terjaga sepanjang perlombaan mengantarkannya naik ke podium.
Kesuksesan itu berlanjut pada nomor lari 400 meter kelas T54. Jaenal tampil dominan hingga berhasil mengamankan medali emas pertamanya pada ajang tersebut.
Prestasinya semakin lengkap saat memperkuat tim estafet campuran universal 4×100 meter. Bersama rekan-rekannya, Jaenal turut mengantarkan Indonesia meraih medali emas kedua sekaligus menutup penampilannya di TLAXCALA 2026 dengan hasil membanggakan.
Wakil Sekretaris Umum NPCI Kabupaten Bandung Barat, Acep Kurnia, mengatakan pencapaian Jaenal merupakan hasil dari proses pembinaan jangka panjang yang dilakukan secara berkesinambungan oleh NPCI KBB.
“Kami terus melakukan pembinaan berjenjang dan rutin melakukan pemantauan bakat ke seluruh pelosok wilayah Bandung Barat untuk menemukan bibit unggul seperti Jaenal,” ujar Acep saat dihubungi, Rabu (29/7/2026).
Meski demikian, Acep mengakui pembinaan atlet di daerah masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan anggaran serta fasilitas latihan yang belum sepenuhnya memadai.
Menurutnya, peningkatan prestasi atlet akan sulit dicapai apabila dukungan sarana dan prasarana belum sesuai dengan standar kompetisi internasional.
“Keseimbangan antara dukungan pusat dan keterbatasan daerah menjadi catatan penting dalam perjalanan karier Kang Jaenal,” katanya.
Prestasi Jaenal Aripin Jadi Inspirasi Penyandang Disabilitas
Acep menilai dukungan pemerintah pusat memiliki peran penting, terutama dalam penyediaan anggaran pembinaan serta fasilitas pemusatan latihan yang representatif.
“Keberadaan Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Pusat yang kini memiliki fasilitas latihan mandiri dan lengkap sangat memudahkan para atlet untuk berkonsentrasi penuh mengasah kemampuan tanpa kendala sarana, sehingga mampu bersaing setara dengan atlet negara maju,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa pemerataan dukungan terhadap atlet daerah sangat diperlukan agar potensi yang dimiliki tidak terhambat.
Lebih lanjut, Acep menegaskan bahwa keberhasilan Jaenal tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.
Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi di tingkat dunia.
“Setiap individu berhak mengenali bakat terpendamnya dan menunjukkannya kepada dunia dengan kepala tegak,” tegasnya.
Acep menambahkan, pencapaian Jaenal merupakan buah dari disiplin, kerja keras, dan konsistensi menjalani latihan dalam jangka panjang.
“Lewat olahraga, Kang Jaenal tak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga mengubah persepsi masyarakat dan membawa penghormatan tertinggi bagi daerah asalnya,” pungkasnya.**
