PenaKu.ID – Kunjungan kenegaraan keluarga kerajaan Inggris ke Amerika Serikat memicu kembali narasi protes anti-Trump.
Para demonstran menggunakan slogan “No Kings” untuk menyindir gaya kepemimpinan Presiden AS itu yang dianggap menyerupai monarki, sebuah isu yang langsung mendapat tanggapan dari tim strateginya.
Klarifikasi Mengenai Masa Jabatan Trump
Marc Lotter, strategis kampanye Presiden AS tersebut, menegaskan bahwa sang presiden tidak memiliki niat sedikit pun untuk memperpanjang kekuasaannya melampaui batas konstitusi pada 2028.
Menurutnya, tuduhan bahwa sang presiden memandang dirinya sebagai seorang raja adalah hal yang tidak berdasar dan sama sekali tidak pernah didiskusikan secara internal.
Persatuan Langka Trump di Kongres
Menariknya, kehadiran Raja di hadapan Kongres AS justru menjadi momen langka yang menyatukan faksi Demokrat dan Republik.
Lotter mencatat bahwa rasa hormat yang diberikan oleh kedua belah pihak kepada tamu kerajaan tersebut adalah pemandangan yang sudah jarang terlihat di tengah polarisasi politik Amerika yang tajam saat ini.**
