PenaEkonomi
Trending

IPG dan IPM Bandung Barat Alami Kenaikan

PenaKu.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengklaim Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami kenaikan meski tengah masa pandemi COVID-19.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) KBB, Asep Wahyu mengatakan, hari ini pihaknya dengan steakholder melakukan Verifikasi Lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tahun 2020.

“Hari ini tim melakukan riceking, dan mereka tadi yang hadir tim verifikasi data,” kata Asep di Ngamprah Rabu, (7/4/21).

Asep pun memaparkan, meski pada masa pandemi COVID-19. Angka Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami kenaikan

“Saat ini IPG KBB berada di angka 6,8 sama halnya dengan IPM, jadi kalo IPG itu sama dengan IPM. Kalau IPG turun IPM juga turun,” paparnya.

Menurutnya, di masa pandemi ini peranan wanita untuk berkiprah lebih terbuka. Peranan wanita baik di bidang perekonomian, politik, pendidikan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sementara, tidak sedikit kaum pria malahan mengalami stagnasi.

“Kaharti (bisa dimengerti), ketika pandemi laki-laki berhenti calling down, maka peran wanita naik gitu. Nah itu hasil surveinya,” ujarnya.

Baca Juga:

Disayangkan, meningkatnya Pengarus Utamaan Gender (PUG) tersebut, belum didukung dengan data-data administratif.

Selain itu, aktifitas kaum gender dalam menopang perekonomian, belum tertera secara administrasi sehingga peranan wanita kurang begitu dipublis.

Asep mencontohkan, dalam sebuah keluarga, jika suaminya petani, istrinya pun bersama-sama membantu bertani. Namun ketika disensus, malah tercantum istrinya bekerja turut suami atau ibu rumah tangga.

Hal demikianlah yang menjadi penyebab peranan wanita belum begitu kentara. Oleh karena itu, Pemkab Bandung Barat akan menyusun Data Terpilah Gender untuk memisahkan data keluarga yang lebih spesifik.

Asep menjelaskan, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) yang bertindak sebagai leading sektor, ke depan akan menyempurnakan pendataan keluarga, hingga menyentuh peran wanita.

“Kita targetkan tahun 2022, akan diprogramkan. Pendataan keluarga yang sekarang, program BKKBN. Nah untuk data PUG, nanti bisa dianggarkan dari APBD kita,” jelasnya.

Sementara terkait APE, Asep mengungkapkan jika KBB berharap bisa mendapat posisi mentor. Saat ini KBB selama tiga kali berturut-turut, berhasil meraih APE.

Dia pun menambahkan, KBB pertama meraih APE tingkat pratama pada tahun 2014, kemudian tahun 2016 berhasil meraih utama, meloncati tingkat madya.

Selanjutnya, pada tahun 2018 KBB kembali meraih tingkat utama.

Dia berharap, kedepan KBB bisa meraih APE tingkat paling tinggi, yakni mentor. Untuk mendukung tingkat mentor, Pemda KBB harus bisa memback-up data yang dibutuhkan, salah satunya tentang Data Terpilah Gender.

“Kalau pemerintah memberikan status mentor, mesti dibeck-up dengan ini (Data Terpilah Gender). Sebab kita akan menjadi pusat studi orang lain,” tandasnya.

**CepDar

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button