Ini Jalur di Kota Bandung yang Dilakukan Penutupan

Petugas melakukan penutupan di beberapa jalur di kota bandung

PenaKu.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung kembali melakukan beberapa penutupan jalan di Kota Bandung pada Sabtu malam pukul 21:00 wib, seperti di jalur Ring 1 dan Ring 2.

Di jalur Ring 1 penutupan tersebut meliputi jalan Buah Batu, Merdeka, Riau dan jalan A. Yani. Sementara, untuk di Ring 2 mencakup jalan Purnawarman, Merdeka, Aceh, Asia Afrika dan jalan Braga.

Menurut Kepala Pengendalian dan Transportasi Dinas Perhubungan Kota Bandung, Asep Koswara, penutupan jalur-jalur tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan dalam hal mencegah dan memutus mata rantai virus Covid 19.

“Untuk penutupan sudah diberlakukan dari pukul sembilan malam,” ujar Asep melalui keterangan resmi yang kami terima, Sabtu (15/8/20).

Menghadapi libur panjang pada pekan ini, situasi arus lalu lintas dikatakan Asep terpantau kondusif dan lancar.

“Situasi lalin untuk saat ini meriah lancar,” tambahnya.

Untuk warga kota Bandung, Asep berpesan agar selalu waspada jika keluar malam dan menghindari hal-hal yang tidak diharapkan.

“Selalu hati-hati pada situasi di sekitar kita,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Kota Bandung, Agan (35) menyebut penutupan tersebut kurang tepat dan kurang relevan.

“Saya mau pulang ke rumah jadi muter-muter segala karena penutupan ini jalur,” katanya kepada PenaKu di kediamannya, Sabtu (15/8/20)

Ia menilai, kalaupun penutupan jalan harus dilakukan, setidaknya menurut Agan dilakukan pada waktu yang agak tepat. Karena, jelas Agan, jika penutupan di mulai pukul 21.00 wib atau lebih awal, hal itu dimungkinkan masih banyak warga yang masih melakukan aktifitas dalam rutinitasnya sehari-hari.

“Mungkin agak malem kali yah, sekitar jam 11 atau jam 12,” jelasnya.

Alasan mengenai penutupan tersebut guna memutus virus Covid 19, Agan katakan setuju-setuju saja. Namun, kembali ia katakan hanya waktunya saja yang masih harus dipertimbangkan. Untuk memilimanisir kerumunan orang atau yang nongkrong, ia menyarankan agar aparat yang melakukan penyisiran untuk membubarkannya, bukan jalur atau jalannya yang ditutup.

“Petugas bisa melakukan pembubaran kepada yang kumpul-kumpul,” katanya.




(Depe)

Leave a Reply

Your email address will not be published.