PenaPendidikan
Trending

Hengky Kurniawan Tanggapi Kekhawatiran Klaster Baru

PenaKu.IDHengky Kurniawan menyakini proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Bandung Barat sudah melewati tahapan protokol kesehatan.

Hengky Kurniawan yang diketahui Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bandung Barat itu optimis bahwa PTM terbatas bakal berlangsung sesuai yang diharapkan.

Belakangan ini memang riuh sejumlah masyarakat di Kabupaten Bandung mengkhawatirkan akan munculnya klaster baru COVID-19 sejak PTM diberlakukan.

Hengky Kurniawan menegaskan, jika melihat dari berbagai persiapan yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat dinilai cukup baik.

“Makanya kenapa sebelumya kita minta PTM terbatas itu tidak terburu-buru dibuka,” kata Hengky Kurniawan, Jum’at (24/9/2022).

Oleh sebab itu, Hengky menerangkan bahwa pihaknya sengaja memundurkan jadwal pelaksanaan PTM terbatas lantaran menunggu seluruh infrastruktur yang dibutuhkan sudah siap dan memadai.

“Vaksinasinya juga sudah masif dilakukan dan kalau melihat tren positifnya, sebenarnya kita sudah turun,” terangnya.

Hengky pun berharap, semua warga Bandung Barat dalam kondisi sehat. Sehingga, pada saat pelaksanaan PTM tidak ada klaster baru.

“Kalaupun ada, ya tentu kita akan berhentikan,” harapnya.

Hengky Kurniawan Klaim Prokes Ketat Dilakukan

Ia pun menambahkan, berdasarkan laporan dari Disdik Bandung Barat dari dokumentasi foto dan lainnya bahwa penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah telah dilakukan dengan cukup baik.

“Tapi kita lagi ujicoba, kita pastikan jarak dan kapasitas ruang kelas dibatasi sesuai aturan,” tambahnya.

Oleh karena, menurut Hengky, masyarakat harus mulai bisa beradaptasi dan berusaha dengan kondisi pandemi COVID-19.

“Ya kita memang harus bersahabat dengan covid, kita harus mulai beradaptasi. Makanya kita mulai uji coba gitu,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Asep Dendih mengatakan, sejak pandemi COVID-19 menyerang hingga saat ini tidak ditemukan adanya klaster sekolah.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada klaster baru,” ujarnya.

Ia menerangkan, Disdik Bandung Barat berkomitmen untuk mengedepankan keselamatan para pelajar dalam pelaksanaan PTM terbatas. Oleh sebab itu, pengawasan terhadap sekolah bakal diperketat.

Menurutnya, jika dikemudian hari ditemukan kasus baru atau pelanggaran prokes, pemerintah tak akan segan-segan untuk memberhentikan PTM terbatas.

“Kita akan lakukan evaluasi tiap Minggu. Kami juga ada pengawas pembina, dari puskesmas, dan aparat kemanan yang memantau. Apabila ada pelanggaran kita hentikan,” pungkasnya.

***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button