PenaKu.ID – Inter Milan berhasil mengalahkan Juventus dengan skor 2-1 dalam laga persahabatan pramusim bertajuk Derby d’Italia di Optus Stadium, Perth, Australia, Sabtu (8/8/2026). Federico Dimarco dan Andy Diouf menjadi pencetak gol Inter, sedangkan Juventus hanya mampu membalas melalui Francisco Conceição.
Dimarco membuka keunggulan Inter pada menit ke-20. Nerazzurri kemudian menggandakan skor lewat Diouf pada menit ke-62.
Juventus baru memperkecil ketertinggalan pada menit ke-85 melalui Conceição. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Bianconeri dari kekalahan.
Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan Juventus dan Inter menuju musim 2026/27. Juventus ditangani Luciano Spalletti, sedangkan Inter berada di bawah kendali Cristian Chivu.
Juventus vs Inter: Inter Lebih Menggigit pada Babak Pertama
Inter langsung tampil meyakinkan sejak awal pertandingan. Skuad asuhan Chivu mampu menguasai jalannya permainan dan beberapa kali membuat lini pertahanan Juventus bekerja keras.
Juventus mencoba memberikan respons melalui pressing tinggi. Namun, tekanan tersebut belum cukup untuk menghentikan sirkulasi bola Inter. Nerazzurri beberapa kali mampu memanfaatkan ruang dari sisi sayap untuk membangun serangan.
Ange-Yoan Bonny memulai serangan dari sisi kiri sebelum mengirimkan bola ke area penalti. Federico Dimarco kemudian menyelesaikan peluang tersebut dengan kaki kiri untuk membawa Inter unggul 1-0.
Selepas gol tersebut, Inter tetap menjadi tim yang lebih berbahaya. Hakan Calhanoglu dan Henrikh Mkhitaryan sempat memberikan ancaman ke gawang Juventus.
Bianconeri baru mendapatkan peluang yang relatif bersih melalui Kenan Yildiz menjelang turun minum.
Juventus akhirnya memasuki jeda dengan tertinggal satu gol. Inter tampil lebih dominan pada fase awal, sementara Juventus belum mampu mengubah tekanan tinggi mereka menjadi peluang matang.
Juventus vs Inter: Diouf Gandakan Keunggulan Inter
Memasuki babak kedua laga Juventus vs Inter, perubahan pemain membuat tempo pertandingan meningkat.
Spalletti memasukkan sejumlah pemain, termasuk Randal Kolo Muani, Kerim Alajbegovic, dan Francisco Conceição. Juventus pun terlihat lebih agresif ketika membangun serangan.
Namun, peningkatan tekanan Juventus justru memberikan ruang yang dapat dimanfaatkan Inter.
Francesco Pio Esposito berperan dalam proses terciptanya gol tersebut. Diouf kemudian menuntaskan peluang dengan tembakan kaki kanan yang kembali membuat Michele Di Gregorio harus memungut bola dari gawangnya.
Chivu kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas permainan sekaligus memberikan menit bermain kepada pemain lainnya.
Inter juga sempat memiliki peluang untuk memperlebar keunggulan. Aleksandar Stankovic dan Jamal Iddrissou menjadi bagian dari sejumlah serangan balik yang merepotkan pertahanan Juventus.
Salah satu peluang berbahaya Inter datang melalui serangan cepat sekitar menit ke-70.
Juventus vs Inter: Conceição Bikin Juventus Kembali Berharap
Usaha Bianconeri akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-85. Francisco Conceição memperkecil kedudukan menjadi 1-2 setelah menerima umpan dari Fabio Miretti dalam sebuah serangan vertikal.
Gol tersebut sempat menghidupkan harapan Juventus untuk menyamakan kedudukan.
Namun, Inter mampu mempertahankan keunggulannya hingga pertandingan berakhir. Skor 2-1 untuk Nerazzurri bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Juventus Unggul Penguasaan Bola, Inter Lebih Efektif
Statistik pertandingan Juventus vs Inter menunjukkan perbedaan pendekatan kedua tim.
Juventus mencatat penguasaan bola sebesar 58,2 persen, sedangkan Inter hanya 41,8 persen. Kendati demikian, Inter lebih unggul dalam jumlah percobaan tembakan.
Nerazzurri melepaskan 15 tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran. Juventus hanya menghasilkan delapan tembakan dan tiga di antaranya mengarah ke gawang.
Statistik Juventus vs Inter
| Statistik | Juventus | Inter |
|---|
| Penguasaan bola | 58,2% | 41,8% |
| Total tembakan | 8 | 15 |
| Tembakan tepat sasaran | 3 | 4 |
| Operan | 585 | 412 |
| Operan akurat | 512 | 364 |
| Sepak pojok | 2 | 5 |
| Gol | 1 | 2 |
Juventus juga mencatat 585 operan, lebih banyak dibandingkan 412 operan milik Inter.
Namun, jumlah operan dan penguasaan bola tersebut tidak berbanding lurus dengan produktivitas serangan. Inter tampil lebih efektif ketika memasuki area pertahanan Juventus dan menciptakan peluang.
Dimarco dan Diouf Jadi Penentu Kemenangan Inter
Federico Dimarco menjadi salah satu pemain penting dalam kemenangan Inter. Golnya pada menit ke-20 memberikan momentum bagi Nerazzurri untuk mengendalikan pertandingan.
Andy Diouf kemudian mempertegas keunggulan Inter melalui gol pada menit ke-62. Gol tersebut menjadi pukulan bagi Juventus yang mulai meningkatkan tekanan pada babak kedua.
Conceição Jadi Andalan Juventus
Dari kubu Juventus, Francisco Conceição menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam upaya mengejar ketertinggalan.
Golnya pada menit ke-85 menunjukkan respons positif setelah masuk sebagai pemain pengganti. Namun, Juventus tidak mampu mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir.
Juventus vs Inter: Nerazzurri Menang, Juventus Dapat Bahan Evaluasi
Kemenangan 2-1 menjadi hasil positif bagi Inter dalam rangkaian pramusim mereka di Australia.
Sebelumnya, Inter memang telah menjadwalkan dua pertandingan di Perth, yakni menghadapi AC Milan dan Juventus di Optus Stadium.
Bagi Chivu, kemenangan atas Juventus memberikan tambahan kepercayaan diri. Inter mampu mengatasi Bianconeri meski kalah dalam penguasaan bola. Efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi salah satu pembeda utama kedua tim.
Sementara itu, bagi Spalletti, pertandingan ini menjadi bahan evaluasi sebelum Juventus memasuki musim 2026/27.
Juventus mampu mengontrol bola dalam periode panjang, tetapi masih perlu meningkatkan kualitas penyelesaian akhir agar dominasi permainan dapat lebih sering dikonversi menjadi gol.
Pertandingan Juventus vs Inter berlangsung di Optus Stadium, Perth, Australia, sebagai bagian dari agenda pramusim Juventus dan Inter menjelang musim 2026/27.** (tds)
