PenaKu.ID – Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 mencatatkan sejarah baru dengan dipilihnya Kampung Citalahab, Desa Malasari, sebagai pusat perayaan.
Langkah ini dinilai sebagai momentum penting untuk merefleksikan perjuangan Bupati pertama Bogor, Raden Ipik Gandamana, sekaligus meninjau langsung perkembangan wilayah perbatasan.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKB, Nurodin Jaro Peloy, mengungkapkan kekagumannya atas konsep perayaan tahun ini yang dinilai sarat akan esensi perjuangan masa lalu.
“Hari Jadi Bogor ke-544 tahun ini luar biasa dan tampil beda. Penyelenggaraan di Desa Malasari ini merupakan bentuk napak tilas perjuangan para leluhur kita,” ungkap Nurodin saat ditemui di lokasi acara, Rabu (3/6/2026).
Separuh Jalan Tembus Sukabumi Rampung, Akses Pedalaman Kini Terbuka
Fokus utama yang menjadi sorotan dalam kunjungan ini adalah transformasi infrastruktur di wilayah yang dulunya dikenal sangat terisolasi. Ruas jalan Cirubitung – Malasari sepanjang 28 kilometer yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi kini terus dikejar pengerjaannya.
Jaro Peloy mengapresiasi kinerja kilat jajaran eksekutif dalam kurun waktu satu tahun terakhir yang berhasil mengubah wajah transportasi di pedalaman Malasari.
“Jika melihat perubahan dari tahun 2023 ke sini, progresnya sangat luar biasa. Alhamdulillah, sekarang separuh dari total panjang jalan 28 kilometer menuju batas Sukabumi sudah mengalami perbaikan dan mulus. Ini capaian yang sangat baik dalam masa jabatan sekitar 1 tahun 2 bulan pemimpin kita,” paparnya.
Menolak Vila Mewah, DPRD Kabupaten Bogor Dorong Malasari Jadi Desa Wisata Berbasis Homestay
Dengan aksesibilitas yang semakin mumpuni, Desa Malasari yang telah terdaftar resmi sebagai Desa Wisata kini bersiap menyambut lonjakan wisatawan.
Namun, Nurodin mengingatkan agar komersialisasi wilayah ini tidak merusak tatanan alam dan budaya lokal. Ia secara tegas mendorong konsep wisata berbasis warga.
“Saya sangat berharap konsep desa wisata di sini dipertahankan secara murni. Wisatawan datang ke sini untuk menikmati suasana desa asli. Karena itu, tempat menginapnya jangan hotel atau vila mewah, melainkan memanfaatkan homestay di rumah-rumah warga yang telah disiapkan,” tegasnya.
Strategi Membawa Pasar ke Desa: Wisatawan Datang, Hasil Tani Terjual
Meskipun sisa perbaikan jalan menuju perbatasan Sukabumi masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah daerah, optimisme tinggi tetap diusung untuk mendongkrak sektor ekonomi utama warga, yakni pertanian.
Nurodin berpesan agar warga lokal tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktif merawat infrastruktur dan menangkap peluang ekonomi dari sektor agrowisata ini.
“Pesan saya untuk masyarakat, mari kita rawat jalan ini bersama-sama dan jaga kebersihan lingkungan. Dengan sektor wisata yang bergerak, otomatis kita sedang membawa pasar langsung ke desa. Petani kita nantinya tidak perlu jauh-jauh keluar, karena hasil tani bisa langsung terjual kepada para pengunjung di sini,” kunci Nurodin.***









