Pemerintahan

Hari Anak Nasional 2026, Perpustakaan Kota Cimahi Diserbu Ratusan Anak

×

Hari Anak Nasional 2026, Perpustakaan Kota Cimahi Diserbu Ratusan Anak

Sebarkan artikel ini
Hari Anak Nasional 2026, Perpustakaan Kota Cimahi Diserbu Ratusan Anak
Hari Anak Nasional 2026, Perpustakaan Kota Cimahi Diserbu Ratusan Anak

PenaKu.ID – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Dinas Arsip Daerah dan Perpustakaan (Disarpusda) Kota Cimahi berkolaborasi dengan Kampung Dongeng Cimahi menggelar kegiatan “Pekan Ceria: Spesial Hari Anak” di Perpustakaan Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini.

Sebanyak 160 anak mengikuti beragam aktivitas edukatif yang dikemas secara interaktif. Kegiatan tersebut meliputi dongeng inspiratif, permainan ice breaking, aktivitas kreativitas, pertunjukan sulap edukatif, hingga menikmati fasilitas Bioskop Mini yang tersedia secara gratis di Perpustakaan Kota Cimahi.

Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk semakin mendekatkan perpustakaan kepada anak-anak melalui berbagai kegiatan yang menarik dan menyenangkan.

Menurutnya, perpustakaan kini tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca buku, melainkan berkembang sebagai ruang belajar, bermain, berkreasi, sekaligus membentuk karakter generasi muda.

“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca buku, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak untuk belajar, berimajinasi, berkreativitas, dan membangun karakter,” kata Dyah Anjuni Lukitosari.

Dyah menuturkan, berbagai program yang digelar di perpustakaan diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap literasi. Ia berharap literasi ke depan tidak hanya menjadi kebiasaan membaca, tetapi juga berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan berbagai kegiatan yang menarik di perpustakaan, akan meningkatkan minat masyarakat terhadap literasi. Ke depannya literasi diharapkan menjadi budaya dan bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga selain meningkatkan minat baca sejak usia dini juga membentuk karakter yang berkualitas,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Disarpusda Kota Cimahi terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai komunitas pegiat literasi. Salah satunya melalui kerja sama dengan Kampung Dongeng Cimahi dalam penyelenggaraan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini.

Perpustakaan Dikemas Lewat Aktivitas Kreatif

Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi, Rusli Sudarmadi, mengatakan konsep “Pekan Ceria” dirancang agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan melalui pendekatan kreatif dan interaktif.

Menurut Rusli, literasi tidak harus selalu identik dengan membaca buku. Dongeng, permainan edukatif, aktivitas seni, hingga hiburan yang mengandung nilai pendidikan juga dapat menjadi media untuk menumbuhkan minat belajar anak.

“Kami ingin menghadirkan literasi yang menyenangkan. Melalui dongeng, permainan edukatif, kreativitas, dan hiburan yang positif, anak-anak dapat belajar sambil bermain,” katanya.

Rusli berharap pengalaman tersebut mampu meninggalkan kesan positif sehingga anak-anak semakin mencintai perpustakaan dan tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca.

“Melalui Pekan Ceria ini kami berharap anak-anak memiliki pengalaman yang menyenangkan sehingga semakin mencintai perpustakaan dan gemar membaca. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus menumbuhkan minat baca sejak dini,” tuturnya.

Kampung Dongeng Dorong Budaya Mendongeng di Keluarga

Sementara itu, Ketua Kampung Dongeng Kota Cimahi, Yeni Hadianti, yang akrab disapa Kak Yeni, menjelaskan bahwa Kampung Dongeng Cimahi telah berdiri sejak 2016 dan menjadi bagian dari jaringan Kampung Dongeng Indonesia yang didirikan pendongeng nasional Awam Prakoso.

Menurutnya, komunitas tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya budaya mendongeng di lingkungan keluarga. Padahal, aktivitas sederhana itu memiliki peran penting dalam membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

“Anak-anak sekarang lebih banyak bersama gadget dibanding mendengarkan cerita dari orang tuanya. Padahal mendongeng mampu membangun kedekatan emosional, melatih imajinasi, meningkatkan kemampuan bahasa, sekaligus membentuk karakter anak,” ujar Kak Yeni.

Kolaborasi Perkuat Ekosistem Literasi

Melalui kolaborasi antara Disarpusda Kota Cimahi dan Kampung Dongeng Cimahi, penyelenggara berharap ekosistem literasi di Kota Cimahi semakin kuat. Perpustakaan juga diharapkan terus berkembang menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap membaca sejak usia dini.**