PenaKu.ID – Pergerakan harga saham BUMI atau PT Bumi Resources Tbk kembali menjadi perhatian pelaku pasar modal. Sepanjang pekan ini, saham emiten tambang batu bara tersebut diperdagangkan di kisaran Rp 296 per lembar saham. Dalam sesi perdagangan terbaru, harga saham BUMI tercatat sempat menyentuh level terendah Rp 294 dan tertinggi Rp 306 per saham.
Melansir sejumlah sumber, aktivitas transaksi saham BUMI terbilang tinggi. Volume perdagangan tercatat mencapai miliaran lembar saham, dengan kapitalisasi pasar perusahaan berada di atas Rp 109 triliun. Kondisi ini mencerminkan minat pasar yang masih kuat, meski pergerakan harga menunjukkan volatilitas yang cukup signifikan.
Tekanan terhadap saham BUMI muncul di tengah aksi jual bersih (net sell) investor asing. Arus keluar modal asing tersebut menambah tekanan pada harga saham, meskipun dalam beberapa sesi perdagangan terlihat adanya upaya penopang dari investor domestik yang memicu penguatan jangka pendek. Secara keseluruhan, harga saham BUMI masih bergerak dalam rentang yang relatif stabil dibandingkan pekan sebelumnya.
Aksi Asing dan Sentimen Pasar terhadap Harga Saham BUMI
BUMI tercatat menjadi salah satu saham yang dilepas investor asing, seiring tekanan yang juga terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar di indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi jual tersebut turut membentuk sentimen negatif jangka pendek, meski belum memicu koreksi yang lebih dalam berkat tingginya likuiditas perdagangan.
Obligasi Baru Dicatatkan di BEI
Dari sisi korporasi, BUMI juga mencatatkan langkah strategis melalui penerbitan obligasi senilai sekitar Rp 612,75 miliar. Obligasi tersebut dijadwalkan untuk dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 23 Februari 2026.
Instrumen surat utang ini diterbitkan dengan tingkat bunga tetap sekitar 7,25 persen per tahun dan memiliki tenor tiga tahun. Penerbitan obligasi diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perusahaan serta mendukung kebutuhan operasional perseroan ke depan.
Volatilitas dan Prospek Harga Saham BUMI
Dalam beberapa bulan terakhir, saham BUMI menunjukkan pergerakan yang fluktuatif dengan rentang harga yang lebar. Kondisi ini mencerminkan sensitivitas saham terhadap berbagai faktor eksternal, mulai dari perubahan harga batu bara global, dinamika indeks saham dunia, hingga pergerakan arus modal investor.
Sejumlah analis menilai saham BUMI berpotensi tetap bergejolak dalam jangka pendek. Arah pergerakan harga akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, stabilitas harga komoditas, serta persepsi risiko pasar domestik dan internasional.
Ringkasan Pergerakan Harga Saham BUMI
Harga saham berada di kisaran Rp 296 per lembar
Tekanan jual investor asing masih membayangi pergerakan harga
Perseroan menerbitkan obligasi untuk memperkuat struktur modal
Volatilitas tinggi mencerminkan respons pasar terhadap sentimen global
Pergerakan saham BUMI menegaskan karakter pasar modal Indonesia yang cepat merespons katalis fundamental dan sentimen global. Investor diharapkan tetap mencermati risiko serta peluang sebelum mengambil keputusan investasi.** (tds)
