PenaKu.ID – Harga emas dunia mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa (11/8/2026), menjadikannya sesi penguatan ketiga berturut-turut. Logam mulia ini berhasil menembus level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir.
Investor saat ini tengah bersiaga penuh memantau serangkaian rilis data inflasi Amerika Serikat yang diprediksi menjadi penentu utama arah kebijakan suku bunga Federal Reserve di masa depan bagi pasar keuangan global.
Faktor Pendorong Reli Harga Emas
Data menunjukkan harga emas spot naik sekitar 1% menjadi US$ 4.432,74 per ons troi, sementara emas berjangka AS melonjak 1,7% ke posisi US$ 4.492,60 per ons troi. Tony Sycamore, analis pasar IG, menyebut fenomena ini dipicu oleh aksi beli investor yang tidak ingin ketinggalan reli harga atau FOMO, serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.
Ia optimistis emas berpeluang menembus level US$ 5.000 per ons troi dalam jangka menengah.
Dampak Data Inflasi AS Pada Harga Emas
Perhatian pasar kini tertuju pada laporan indeks harga konsumen (CPI) pada Rabu (12/8/2026) dan indeks harga produsen (PPI) Kamis mendatang. Data tersebut sangat krusial karena ekspektasi pasar mengenai kebijakan moneter AS sangat bergantung pada angka-angka ini.
Jika suku bunga tetap rendah atau turun, emas akan semakin menarik bagi investor karena aset ini memang tidak memberikan imbal hasil berupa bunga tetap seperti obligasi negara.**











