PenaPeristiwa

Hadapi Gempa dan Tsunami Sumatera, Ini Perlu Disiagakan

Penaku.ID – Gempa bumi dengan magnitudo (M)6,7 mengagetkan masyarakat di Pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara. Kekuatan gempa mengakibatkan guncangan kuat sehingga membuat masyarakat panik dan keluar rumah.

“Merespons potensi dampak bahaya, masyarakat membutuhkan kesiapsiagaan agar selamat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati, dilansir bnpb.go.id, kemarin.

Gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu patut diwaspadai oleh masyarakat.

BNPB selalu mengimbau masyarakat untuk waspada dan siap siaga dalam menghadapi tak hanya gempa bumi tetapi juga tsunami.

“Masyarakat Pulau Nias dan sekitarnya memang berada di kawasan dengan potensi gempa bumi dan tsunami kelas sedang hingga tinggi,” ujar Raditya.

Salah satunya, lanjut dia, Gunung Sitoli. Kota dengan enam kecamatan ini, katanya, berada pada kategori sedang hingga tinggi potensi gempa bumi.

Sedangkan 4 kecamatan di kota ini, menurutnya, berada pada kategori yang sama untuk potensi bahaya tsunami. 

Kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya geologi ini, masih menurutnya, tidak terlepas dari catatan sejarah ratusan tahun silam.

“Berdasarkan Katalog Tsunami Indonesia Tahun 416 – 2018, sejumlah tsunami terjadi di barat daya Sumatera menunjukkan gempa bumi dan tsunami merupakan suatu keniscayaan,” katanya, seraya mencontohkan, pada periode 1800 – 1899 beberapa gempa besar memicu terjadinya tsunami.

Gempa M7,2 pada 1843, lanjut dia, mengakibatkan tsunami yang berdampak di Pulau Nias. 

Catatan BMKG menyebutkan, sekitar pukul 00.30 waktu setempat di Gunung Sitoli, sebuah gelombang pasang datang dari tenggara dengan suara yang mengerikan. Hampir seluruh pantai di Pulau Nias terkena gelombang tersebut.

Sebuah kampung bernama De Mego yang berjarak 2 km dari Gunung Sitoli tersapu seluruhnya.

Bahkan kapal-kapal ikan disungai digambarkan terbawa ke daratan sejauh 30 – 50 km dari tempat tambatan. 

Berselang 9 tahun, tepatnya 11 November 1852, gempa M6,8 memicu terjadinya tsunami. Wilayah pantai di Pulau Nias kembali terdampak gempa waktu itu. 

Selanjutnya pada 1861, gempa besar M8,5 yang terjadi di barat daya Sumatera memicu terjadinya tsunami.

Beberapa wilayah terdampak tsunami, seperti Pulau Nias dan sekitarnya. Berdasarkan BMKG, Gunung Sitoli mengalami serangan tsunami parah.

Dikutip dari katalog tsunami, awalnya air laut surut sejauh 32 m, kemudian kembali dengan kecepatan yang sangat tinggi dan menghancurkan sejumlah desa di pantai.

Peristiwa itu mengakibatkan banyak penduduk setempat meninggal dunia. Pada 1896 gempa bumi dengan M6,8 kembali mengguncang barat daya Sumatera, khususnya Pulau Nias.

Digambarkan pada tahun itu, sekitar satu jam pascagempa air bah datang dan 6 jam kemudian terjadi lebih dahsyat menerjang Gunung Sitoli. 

Gempa M6,7 yang terjadi Jumat (14/5/2021), pukul 13.33 WIB, juga dirasakan masyarakat di wilayah administrasi lain di Pulau Nias, yakni Kabupaten Kabupaten Nias, Nias Barat dan Nias Selatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis parameter III – IV MMI di wilayah Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Nias Barat dan Nias Selatan. Skala MMI atau Modified Mercalli Intesity merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa.

Berdasarkan informasi BMKG, IV MMI mendeskripsikan gempa dirasakan banyak orang yang berada di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah, serta gerabah pecah, jendela dan pintu berderik dan dinding berbunyi. 

Raditya menuturkan, sejarah berulangnya gempa mendorong kesiapsiagaan nyata dari setiap individu dalam lingkup keluarga.

“Kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan tsunami perlu dipersiapkan sejak dini oleh keluarga. Keluarga harus memiliki rencana kesiapsiagaan keluarga karena setiap keluarga memiliki karakteristik berbeda, seperti konstruksi bangunan rumah, kapasitas keluarga dalam kebencanaan, keadaan fisik setiap anggota keluarga atau lokasi rumah,” ujarnya. 

Rencana darurat keluarga, menurut dia, dapat disusun dengan panduan orang tua atau orang dewasa di dalam keluarga.

Berbagai informasi menjadi diskusi dan panduan bagi setiap anggota keluarga, misalnya potensi bahaya dan risiko yang ada di sekitar rumah, titik kumpul dan jalur evakuasi ke tempat yang lebih tinggi, penempatan perabot, hingga tas siaga bencana.

“Ingat, setiap keluarga memiliki tingkat bahaya dan risiko yang berbeda meskipun keluarga-keluarga dalam komunitas berada pada kawasan dengan potensi bahaya gempa dan tsunami dengan kategori sedang hingga tinggi,” katanya.

(awn)







Related Articles

28 Comments

  1. Hey are using WordPress for your blog platform?

    I’m new to the blog world but I’m trying to get started and set up my own. Do
    you require any html coding knowledge to make your own blog?
    Any help would be greatly appreciated!

  2. Wonderful work! That is the kind of information that should be shared around
    the internet. Disgrace on Google for no longer positioning this publish upper!

    Come on over and consult with my website .
    Thanks =)

  3. excellent issues altogether, you just gained a new reader. What might you recommend about your submit that you just made a
    few days iin the past? Anyy positive?
    website

  4. Good day! This post could not be written any better!
    Reading this post reminds me of my old room mate! He always kept chatting about this.

    I will forward this write-up to him. Pretty sure he will have a good read.
    Thank you for sharing!

  5. You’re so awesome! I do not believe I’ve read something
    like this before. So great to discover somebody with original
    thoughts on this issue. Really.. many thanks for starting this up.

    This website is something that is required on the internet, someone with a little originality!

  6. Greate article. Keep posting such kind of information on your blog.
    Im really impressed by your site.
    Hello there, You have performed an excellent job.
    I will certainly digg it and in my opinion suggest to my friends.
    I’m confident they’ll be benefited from this site.

  7. whoah this weblog is excellent i really like reading
    your articles. Stay up the great work! You understand, a lot of individuals
    are searching round for this info, you can help them greatly.

  8. Write more, thats all I have to say. Literally,
    it seems as though you relied on the video to make your point.
    You clearly know what youre talking about, why waste your intelligence on just posting videos to
    your site when you could be giving us something enlightening to read?

  9. What’s up i am kavin, its my first occasion to commenting anywhere,
    when i read this article i thought i could also create comment due to this sensible article.

  10. Write more, thats all I have to say. Literally,
    it seems as though you relied on the video to make your point.

    You clearly know what youre talking about, why throw away your intelligence on just posting videos to your site when you could be giving
    us something enlightening to read?

  11. Hello, Neat post. There’s a problem along with your site in internet explorer, would test this?
    IE nonetheless is the market chief and a big component to other folks will omit your fantastic writing due to
    this problem.

  12. Greetings from Colorado! I’m bored to death at work so I decided to browse your
    blog on my iphone during lunch break. I love the information you present here and
    can’t wait to take a look when I get home.
    I’m shocked at how fast your blog loaded on my
    cell phone .. I’m not even using WIFI, just 3G ..
    Anyhow, wonderful site!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button