PenaKu.ID – Antusiasme terhadap Grand Theft Auto VI (GTA 6) tampaknya belum surut meski konsumen global masih menghadapi tekanan ekonomi akibat inflasi, perang, tarif, serta kenaikan harga komponen industri game.
Dalam laporan Gamereactor yang terbit pada 2026-08-11 07:22 dan diperbarui 2026-08-11 13:23, CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, mengungkapkan bahwa pemesanan awal GTA 6 berjalan jauh lebih baik dari perkiraan.
Game besutan Rockstar Games tersebut tersedia dalam dua pilihan. Edisi standar dibanderol $79,99, sedangkan Ultimate Edition ditawarkan dengan harga $99,99 dan menghadirkan konten tambahan.
Pre-order GTA 6 Justru Condong ke Edisi Lebih Mahal
Menurut Zelnick, pola pemesanan GTA 6 menunjukkan kecenderungan yang berbeda dari kebiasaan konsumen pada umumnya. Permintaan justru lebih banyak mengarah ke edisi premium.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena secara teori konsumen akan lebih berhati-hati mengeluarkan uang ketika kondisi ekonomi sedang menantang. Namun, daya tarik GTA 6 tampaknya membuat sebagian penggemar bersedia membayar lebih untuk mendapatkan edisi yang lebih lengkap.
Zelnick memperkirakan tingginya pemesanan awal berpotensi menghasilkan pendapatan besar bagi Rockstar Games dan Take-Two Interactive.
Bos Take-Two Ungkap Alasan Penggemar Rela Bayar Lebih untuk GTA 6
Meski demikian, Zelnick mengingatkan bahwa tren tersebut belum tentu bertahan hingga periode berikutnya. Ia menilai perilaku konsumen saat ini mungkin dipengaruhi oleh karakter pembeli yang melakukan pre-order lebih awal.
“Itu mungkin mencerminkan fakta bahwa konsumen paling antusias adalah mereka yang melakukan pre-order sekarang.”
Grand Theft Auto VI dijadwalkan meluncur pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S. Perkembangan pre-order ini menjadi salah satu indikator kuat tingginya ekspektasi terhadap game terbaru Rockstar Games.**
