Olahraga

Gila! PSIM Bangkit dari 0–3, Bali United Gagal Menang

×

Gila! PSIM Bangkit dari 0–3, Bali United Gagal Menang

Sebarkan artikel ini
Gila! PSIM Bangkit dari 0–3, Bali United Gagal Menang
Gila! PSIM Bangkit dari 0–3, Bali United Gagal Menang. /Instagram psimjogja_official

PenaKu.ID – PSIM Yogyakarta menunjukkan daya juang luar biasa saat menjamu Bali United pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/26) malam WIB, Laskar Mataram berhasil bangkit dari ketertinggalan tiga gol dan memaksa tim tamu bermain imbang 3–3.

Sejak menit awal, pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Laskar Mataram tampil agresif untuk menguasai permainan, namun Bali United justru lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Keunggulan tim tamu hadir pada menit ke-34 melalui Thijmen Goppel. Winger asal Belanda itu melepaskan tembakan keras setelah menerima umpan matang dari Irfan Jaya.

Tekanan Bali United belum mereda hingga akhir babak pertama. Pada masa tambahan waktu, Tim Receveur sukses menggandakan keunggulan Serdadu Tridatu menjadi 2–0. Gol tersebut lahir akibat kelengahan lini pertahanan Laskar Mataram yang gagal mengantisipasi pergerakan Receveur di kotak penalti.

Memasuki babak kedua, Bali United kembali menunjukkan ketajamannya. Irfan Jaya mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-55, sekaligus membawa tim asuhan Johnny Jansen unggul jauh 3–0. Pada fase ini, Bali United tampak mengendalikan jalannya pertandingan lewat skema serangan balik cepat dan penyelesaian akhir yang efisien.

Situasi berubah setelah Bali United harus bermain dengan 10 pemain. Bek asing mereka, Joao Ferrari, diganjar kartu merah pada menit ke-71. Keunggulan jumlah pemain menjadi momentum kebangkitan PSIM.

PSIM Mulai Bangkit dan Menekan

Dengan intensitas serangan yang meningkat, PSIM mulai menekan pertahanan Bali United. Sheva Maresca Amavisca memperkecil ketertinggalan pada menit ke-64, yang menjadi titik awal kebangkitan tuan rumah dan memompa semangat para pendukung di stadion.

Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-88, PSIM mencetak gol kedua setelah situasi berbahaya di depan gawang Bali United berujung gol bunuh diri Ricky Fajrin. Skor pun berubah menjadi 2–3.

Drama mencapai puncaknya di penghujung laga. Franco Ramos Mingo tampil sebagai pahlawan setelah mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90. Memanfaatkan assist Nermin Haljeta, Ramos Mingo memastikan comeback sensasional PSIM dan mengunci skor akhir 3–3.

Hasil imbang ini membuat PSIM Yogyakarta bertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 33 poin. Sementara itu, Bali United harus puas tertahan di posisi ke-11 dengan 29 poin, setelah gagal mempertahankan keunggulan besar.

Sejumlah pemain tampil menonjol dalam laga ini. Thijmen Goppel dan Irfan Jaya menjadi motor serangan Bali United, sedangkan Franco Ramos Mingo mencuri perhatian sebagai penentu kebangkitan PSIM di bawah arahan pelatih Jean-Paul van Gastel.

Pertandingan ini tercatat sebagai salah satu laga paling dramatis musim ini, sekaligus menegaskan karakter pantang menyerah PSIM, terutama saat tampil di hadapan pendukungnya sendiri.** (tds)