PenaKu.ID – Industri layar lebar India sedang mengalami “sengatan listrik” yang luar biasa. Setelah sempat lesu akibat dominasi platform streaming, bioskop kembali membara berkat rilisnya film spy-thriller
Dhurandhar pada Desember 2025. Tidak tanggung-tanggung, film ini sukses meraup pendapatan global sekitar $155 juta, memicu antrean panjang yang sudah lama tidak terlihat di pelataran bioskop.
Dominasi Sekuel dan Rekor PVR Inox Dhurandhar
Efek domino kesuksesan ini terasa hingga ke laporan keuangan operator bioskop terbesar, PVR Inox. Pada Februari, mereka mencatat kenaikan jumlah penonton sebesar 9% secara tahunan (YoY) pada kuartal Desember.
Tren positif ini meledak lebih hebat saat sekuelnya, Dhurandhar: The Revenge, dirilis minggu lalu. Lebih dari 1,5 juta tiket ludes terjual dalam masa advance booking, membuktikan bahwa kerinduan masyarakat akan tontonan epik berdurasi hampir empat jam sangatlah tinggi.
Dhurandhar Menjadi Antara Hiburan Rakyat dan Kontroversi Politik
Disutradarai oleh Aditya Dhar dan dibintangi Ranveer Singh, film ini menyajikan aksi spionase intens di Karachi yang dibalut isu geopolitik sensitif seperti demonetisasi India 2016.
Meski kritikus di Reddit menilai narasinya cenderung “jingoistik” dan penuh propaganda, penonton awam justru melabelinya sebagai film paisa vasool (sepadan dengan uang yang dikeluarkan). Bahkan, tokoh dunia seperti Presiden Finlandia, Alexander Stubb, dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, turut membicarakan film ini, menjadikannya sebuah fenomena budaya yang melampaui sekadar hiburan semata.**
