PenaRagam
Trending

Empat Belas Terminal B Baru Tujuh Dikelola Dishub Jabar

PenaKu.IDSebanyak 14 terminal tipe B yang semestinya dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat baru tujuh terminal yang sudah dikelola secara penuh. Sisanya, tujuh terminal lagi masih dalam proses alih kelola dari kabupaten/kota. Sementara itu, 3 dari 7 terminal tersebut berada di Kota Bandung.

Dikatakan Kadishub Jabar, Hery Antasari, ketujuh terminal yang belum dialihkelolakan tersebut menjadi batu sandungan tersendiri bagi pihaknya untuk mendesign dan melakukan tata kelola.

“Memang saat ini dari 14 terminal ini ada tujuh yang masih belum selesai P3D-nya (Pengalihan Personel, Peralatan, Pendanaan, dan Dokumen). Ada yang betul-betul belum selesai sama sekali, berita acaranya belum dibuat, seperti di Kota Bandung ada tiga, (Terminal) Ciroyom, Stasiun Hall, dan Ledeng,” kata Hery, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Jum’at (16/10/20).

Lanjutnya, ada empat terminal lainnya di luar Bandung yang masih dalam poses P3D-nya yaitu; terminal di Pameungpeuk Garut, Losari Indramayu, Pangandaran dan Singaparna Tasikmalaya.

“Ada tujuh yang sudah siap, artinya sudah clean and clear dari sisi P3D-nya, yaitu Leuwiliang, Cikarang, kemudian juga Cileungsi, Palabuhanratu, itu di wilayah I. Kemudian tiga lagi ada di wilayah IV Ciayumajakuning Subang, yaitu Terminal Ciledug, Indramayu, dan Sumber,” jelasnya.

Menurut Hery, merujuk Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 550.22/Kep.1197/Dishub/2019, semua terminal tipe B dikelola oleh Pemprov. Salah satunya, terdapat angkutan lalu lintas daerah yang berada di dalamnya.

“Bisa dikatakan saat ini baru kita lakukan rehabilitasi ringan, sedang, dan ini tidak secara signifikan mempengaruhi fungsi, dan juga simbolisasi bahwa pemprov sudah hadir di sana untuk melakukan perubahan besar setelah dialihkan dari kota/kabupaten,” ujar Hery.

Ia mengatakan untuk tujuh terminal yang belum tuntas P3D-nya belum bisa dilakukan penataan secara signifikan.

“Kita harus bisa melakukan sesuatu membangun dari awal, baik fisik, konstruksi, sistemnya, manajemennya, pengelolaannya, dan lain sebagainya agar menjadi mewakili sebagai Terminal Juara sesuai dengan jargon Jabar Juara,” ucapnya.

Selain proses alih kelola tersebut, jelas Hery, kendala lain yang tak luput membuat anggaran penataan terminal adalah dengan adanya wabah covid-19. Meski demikian, Hery memahami akan itu.

“Begitu kita akan take off menangani terminal ini, ada pandemi COVID-19, ada refocusing anggaran, dan lain sebagainya. Tapi, selayaknya pada 2021 mulai kita harus take off lagi untuk menangani terminal ini,” katanya.

Alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk penataan terminal tipe B tersebut, dikatakan Hery cukup besar. Satu terminal akan menghsbiskan Rp 50-60 miliar dengan basic digitalisasi layanan. Hery memastikan dengan dana tersebut akan berbanding lurus dengan penataan sarana dan prasarana yang bakal dihadirkan.

“Ini belum tuntas karena belum diketuk palu (untuk tahun anggaran) 2021 dan selanjutnya 2022. Tapi, dalam proses ini hampir finalisasi. Ada dua terminal yang masuk untuk mulai dibangun 2021, itu adalah Terminal Ciledug dan Terminal Cikarang,” ucapnya.

Ia meyakini bahwa mekanisme tahun jamak bakal berjalan lancar, bahkan anggota dewan pun sudah menyetujui.

“Dewan sudah menyetujui melalui KUA PPAS-nya bahwa ada wacana akan bertambah nominal dua atau tiga. Tapi kita tunggu saja sampai nanti diketuk tahun 2021 anggarannya,” tutupnya.



(Jaf)

Editor: Julie

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button