Olahraga

Elena Rybakina Juara US Open 2026, Sabalenka Tumbang

Elena Rybakina Juara US Open 2026, Sabalenka Tumbang
Elena Rybakina Juara US Open 2026, Sabalenka Tumbang. /Instagram lenarybakina

PenaKu.ID – Elena Rybakina menutup perjalanan gemilangnya di US Open 2026 dengan gelar juara setelah mengalahkan Aryna Sabalenka dalam pertandingan final tiga set.

Petenis Kazakhstan tersebut menundukkan Sabalenka dengan skor 6-4, 5-7, 6-2 pada final tunggal putri di Arthur Ashe Stadium, New York, Sabtu (12/9/2026).

Gelar ini menjadi trofi US Open pertama bagi Elena Rybakina sekaligus Grand Slam ketiganya. Sebelumnya, petenis berusia 27 tahun itu telah menjuarai Wimbledon 2022 dan Australian Open 2026.

Kemenangan atas Sabalenka juga membawa Rybakina ke puncak peringkat dunia. Ia mengambil alih posisi nomor satu WTA dari Sabalenka yang sebelumnya bertahan di posisi tersebut selama 99 pekan berturut-turut.

Elena Rybakina Kuasai Set Pertama

Rybakina langsung bermain agresif sejak pertandingan dimulai. Ia mengandalkan pukulan dari baseline dan servis keras untuk memberikan tekanan kepada Sabalenka.

Strategi tersebut membuat Sabalenka kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya. Rybakina pun berhasil mengamankan set pembuka dengan kemenangan 6-4.

Sabalenka tidak tinggal diam pada set kedua. Juara US Open dalam dua edisi sebelumnya itu meningkatkan intensitas permainan dan memaksa Rybakina menghadapi reli-reli yang lebih berat.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sabalenka merebut set kedua dengan skor 7-5 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui set ketiga.

Rybakina Bangkit di Set Penentuan

Momentum kembali berubah pada set terakhir. Rybakina tampil lebih tenang dan kembali memberikan tekanan terhadap permainan Sabalenka.

Ia terus mengganggu servis lawannya sekaligus memanfaatkan sejumlah kesalahan yang dilakukan Sabalenka untuk membangun keunggulan.

Rybakina akhirnya menyelesaikan set ketiga dengan skor 6-2. Hasil tersebut memastikan gelar US Open pertamanya sekaligus menghentikan dominasi Sabalenka di Flushing Meadows.

Reuters mencatat kemenangan tersebut juga menggagalkan ambisi Sabalenka untuk meraih tiga gelar US Open secara beruntun.

Ketenangan Elena Rybakina Jadi Kunci

Salah satu faktor penting dalam final tersebut adalah kemampuan Rybakina mempertahankan konsentrasi ketika pertandingan memasuki momen-momen krusial.

Sabalenka dikenal mengandalkan permainan baseline yang agresif dan bertenaga. Namun, pola tersebut tidak selalu efektif ketika Rybakina mampu mengembalikan bola secara konsisten.

Rybakina juga tidak kehilangan kendali setelah Sabalenka memenangi set kedua. Alih-alih tertekan, ia kembali meningkatkan intensitas permainan pada set penentuan.

Menurut laporan AP, Rybakina menciptakan 12 peluang break dan berhasil memanfaatkan tiga di antaranya. Tekanan dari return menjadi salah satu faktor yang menyulitkan Sabalenka mempertahankan servis.

Pada akhirnya, ketenangan Rybakina menjadi salah satu kunci kemenangan. Ia mampu mempertahankan pola permainannya ketika konsistensi Sabalenka mulai menurun.

Sabalenka Gagal Mencetak Three-Peat

Kekalahan di final menjadi hasil mengecewakan bagi Sabalenka. Berstatus juara bertahan dua kali, petenis Belarus itu memiliki peluang mencatat sejarah dengan memenangkan US Open selama tiga tahun berturut-turut.

Namun, Rybakina berhasil menghentikan langkah tersebut. Sabalenka juga harus kehilangan posisi nomor satu dunia yang telah ditempatinya selama 99 pekan berturut-turut.

Kekalahan di New York sekaligus membuat Sabalenka mengakhiri rangkaian Grand Slam 2026 tanpa satu pun gelar major.

Sebaliknya, Rybakina semakin menegaskan dominasinya di lapangan keras pada tahun ini. Setelah mengalahkan Sabalenka di final Australian Open 2026, ia kembali menundukkan lawan yang sama dalam partai puncak US Open.

Elena Rybakina Selangkah Menuju Career Grand Slam

Dengan kemenangan di New York, Rybakina kini mengoleksi tiga gelar Grand Slam.

Ia menjadi juara Wimbledon 2022, kemudian menambah trofi Australian Open dan US Open pada 2026.

Pencapaian tersebut membuat Rybakina hanya membutuhkan satu gelar Grand Slam lagi untuk melengkapi career Grand Slam, yakni trofi French Open di Roland Garros.

Keberhasilan di US Open juga menjadi pencapaian bersejarah bagi Kazakhstan. Rybakina menjadi petenis dari negara tersebut yang berhasil menempati posisi nomor satu dunia dalam tenis putri.

Reuters menyebut pencapaian itu sebagai tonggak penting dalam karier Rybakina. Sebelumnya, kiprahnya di New York sempat dibayangi keraguan terkait persoalan cedera pergelangan kaki.

Rivalitas Rybakina dan Sabalenka Memanas

Final US Open 2026 kembali menunjukkan potensi rivalitas Rybakina dan Sabalenka sebagai salah satu persaingan penting dalam tenis putri dunia.

Keduanya sudah dua kali bertemu di final Grand Slam pada musim ini. Pertemuan pertama terjadi di Australian Open, yang juga dimenangkan Rybakina.

Kini, dua final Grand Slam pada musim yang sama menghasilkan pemenang yang identik. Elena Rybakina menang.

Namun, kemenangan di New York memiliki arti lebih besar. Ia bukan hanya merebut gelar dari juara bertahan, tetapi juga mengambil alih posisi nomor satu dunia sekaligus mengakhiri dominasi Sabalenka di Flushing Meadows.

Dengan tiga gelar Grand Slam dan status sebagai petenis nomor satu dunia, Elena Rybakina kini memasuki babak baru dalam kariernya.

Bagi Sabalenka, kekalahan tersebut menjadi pengingat bahwa persaingan di papan atas tenis putri semakin ketat.

Untuk saat ini, panggung New York sepenuhnya menjadi milik Elena Rybakina.** (tds)

Exit mobile version