PenaKu.ID – Aroma harum gurih semur daging sapi menusuk hidung dan menyelimuti lorong-lorong SDN 1 Babakan Kalijati sejak pagi. Berbeda dari hari-hari biasanya di mana kotak makan (ompreng) dibagikan satu per satu ke tiap meja kelas, suasana kali ini terasa lebih hidup dan hangat.
Ratusan anak berbaris rapi dengan wajah ceria, menanti giliran mengambil santapan bergizi dengan konsep baru: sajian prasmanan langsung yang masih hangat.
Kegiatan ini merupakan proyek percontohan (pilot project) yang diinisiasi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangkalaya yang bernaung di Yayasan Tidar Biru Sejahtera, sesuai dengan arahan Kepala Badan Gizi Nasional untuk menguji efektivitas penyajian prasmanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dibalik kehangatan makanan yang dinikmati para siswa, ada kerja keras luar biasa yang dimulai sejak dini hari. Petugas SPPG sudah bersiap sejak pukul 22.00 WIB malam sebelumnya, dilanjutkan dengan proses memasak tepat pada pukul 01.00 WIB dini hari. Porsi demi porsi dipersiapkan secara teliti hingga siap diantar langsung ke sekolah dalam kondisi segar (fresh).
Spesial untuk uji coba prasmanan hari ini, sebanyak 347 penerima manfaat di SD Babakan 1 memanjakan lidah mereka dengan menu lengkap dan kaya nutrisi,
Lauk Utama dan Protein, Semur daging sapi yang empuk berpadu dengan tempe gurih.
Serat dan Buah: Sayur-mayur segar serta buah lengkeng sebagai penutup.
Tambahan Nutrisi: Susu hangat yang disalurkan melalui dukungan pihak yayasan untuk melengkapi kebutuhan gizi anak-anak.
“Kita lagi mencoba uji coba prasmanan ini dari mulai tahapan penyajian, kebersihan, hingga keamanan pangan. Makanan dibawa langsung dalam kondisi hangat ke sekolah untuk melihat bagaimana respons penerima manfaat,” ujar Person in Charge (PIC) SPPG Mangkalaya Arya Maulana Fajar saat ditemui di lokasi kepada awak media, Selasa (13/10/2026).
Format prasmanan ini menghadirkan pengalaman baru bagi para siswa. Makanan yang disajikan secara terbuka dan hangat tak hanya membangkitkan selera makan, tetapi juga memberikan kesan interaktif yang menyenangkan bagi anak-anak.
Kepala/Perwakilan Guru SDN 1 Babakan Mangkalaya, Erni Rusmayani, S.Pd.SD., menyambut positif inovasi penyajian MBG prasmanan ini. Menurutnya, konsep prasmanan memiliki keunggulan tersendiri dibanding penggunaan wadah kotak makan biasa.
“Kalau disajikan hangat seperti ini, anak-anak jadi lebih antusias. Makanan tetap segar dan tidak ada yang terbuang (mubazir). Kalau ada anak yang tadinya ragu untuk makan, melihat penyajiannya yang menarik begini jadi mau ikut makan,” ungkap Erni.
Erni juga mengakui bahwa dari sisi sekolah, konsep ini jauh lebih bersih dan hienis. Meski membutuhkan effort lebih dari petugas SPPG yang telaten membagikan makanan porsi demi porsi kepada lebih dari 300 anak, manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh peserta didik.
Proyek percontohan ini akan dievaluasi secara berkala oleh pihak SPPG dan sekolah. Jika respons dari siswa dan pihak sekolah terus menunjukkan tren positif, format penyajian prasmanan ini berpeluang besar untuk terus dilanjutkan dan diterapkan secara berkelanjutan.
Bagi Erni dan para tenaga pendidik di SDN 1 Babakan Kalijati, keberhasilan program MBG bukan sekadar tentang membagikan piring makanan, melainkan tentang komitmen bersama untuk menjaga kesehatan anak-anak.
“Harapan kami ke depannya, menu dan kualitas seperti hari ini bisa terus dipertahankan. Ini adalah tugas bersama kita semua untuk mencerdaskan dan menyehatkan generasi penerus bangsa,” tutup Erni.
Komitmen Yayasan Tidar Biru Sejahtera
Sementara itu, Ketua Yayasan Tidar Biru Sejahtera, Muhammad Sayyid Agil, menegaskan bahwa keberhasilan uji coba ini menjadi pijakan penting dalam mengevaluasi standar pelayanan gizi ke depan.
“Uji coba prasmanan hangat ini adalah bentuk komitmen kami di Yayasan Tidar Biru Sejahtera bersama SPPG Mangkalaya untuk terus memberikan layanan terbaik bagi anak-anak penerima manfaat. Kami tidak hanya fokus pada kecukupan gizi, tetapi juga pada kualitas rasa, higienitas, dan kebahagiaan anak-anak saat menyantapnya,” ujar Muhammad Sayyid Agil.
Ia menambahkan, hasil evaluasi dan catatan lapangan dari proyek percontohan ini akan menjadi bahan penyempurnaan agar pola penyajian prasmanan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan direplikasi di sekolah-sekolah lainnya.
“Tujuan utama kami adalah memastikan setiap anak mendapatkan asupan bergizi seimbang dengan cara yang aman dan menyenangkan, demi mendukung tumbuh kembang serta prestasi belajar mereka di sekolah,” pungkasnya.
***
