Ekonomi

Drama Selat Hormuz Berakhir! Harga Minyak Dunia Langsung Terjun Bebas Hari Ini

×

Drama Selat Hormuz Berakhir! Harga Minyak Dunia Langsung Terjun Bebas Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Drama Selat Hormuz Berakhir! Harga Minyak Dunia Langsung Terjun Bebas Hari Ini
Drama Selat Hormuz Berakhir! Harga Minyak Dunia Langsung Terjun Bebas Hari Ini/(instagram)

PenaKu.ID – Pasar energi global dikejutkan oleh volatilitas ekstrem yang terjadi secara mendadak. Pada perdagangan Asia hari Rabu, 8 April 2026, harga minyak dunia dilaporkan anjlok drastis lebih dari 15 persen.

Fenomena ini menjadi angin segar bagi ekonomi global yang sebelumnya sempat tegang akibat ancaman konflik bersenjata di jalur perdagangan vital, Selat Hormuz.

Berdasarkan data dari Investingcom, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS mengalami kontraksi hebat sebesar 18 persen, yang menyeret nilainya ke angka USD92,61 per barel.

Padahal, sehari sebelumnya, yakni pada Selasa, harga WTI masih bertengger kokoh di level USD112,41 per barel. Penurunan tajam ini menunjukkan betapa sensitifnya instrumen komoditas terhadap narasi perdamaian dan stabilitas geopolitik.

Gencatan Senjata Trump dan Iran Jadi Pemicu Utama Harga Minyak Dunia

Sentimen positif ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran. Keputusan ini diambil hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu pukul 20:00 ET yang ia tetapkan sendiri untuk melakukan aksi militer demi membuka kembali Selat Hormuz.

Melalui unggahan di media sosial, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mencapai tujuan militer intinya, sehingga eskalasi lebih lanjut dapat diredam untuk sementara waktu.

Proposal Perdamaian dan Masa Depan Harga Minyak Dunia

Langkah diplomasi ini dianggap sebagai “rem darurat” bagi pasar yang sebelumnya sudah mengantisipasi lonjakan harga akibat kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah.

Iran dikabarkan telah mengajukan proposal multi-poin yang dipandang sebagai fondasi kuat untuk kesepakatan yang lebih luas di masa depan.

Meskipun baru bersifat penangguhan aksi militer selama 14 hari, pasar merespons dengan aksi jual besar-besaran karena risiko perang yang semula membayangi kini mulai memudar. Investor kini beralih fokus pada detail kesepakatan tersebut sembari memantau stabilitas jalur distribusi minyak di kawasan tersebut.**