PenaKu.ID

DPRD Minta Pemkot Revitalisasi Stilasi dan Monumen Bandung Lautan Api

PenaKu.ID – Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan meminta Pemkot Bandung untuk merevitalisasi stilasi dan monumen perjuangan peristiwa Bandung Lautan Api (BLA). Kini, stilasi dan monumen sebagai upaya mengenang jejak kiprah para pejuang kemerdekaan tersebar dengan lokasi tersembunyi.

“Makanya, enggak heran kalau masih banyak warga Bandung tak memahami esensi Bandung Lautan Api, karena stilasi tanda-tanda perjuangan ini tak terlihat, tak dipajang baik, sehingga semangat melestarikan momentum bersejarah ini tidak tampak,” ujar Tedy, di Bandung, Selasa, (23/3/20210).

Sebanyak 10 stilasi terkait peristiwa Bandung Lautan Api tersebar mulai dari Jalan Ir. H. Djuanda hingga Jalan Mohamad Toha. Stilasi itu merupakan karya dari maestro seni Kota Bandung, Sunaryo yang diciptakan di era 90an.

Di badan batu stilasi terdapat plakat bertuliskan peristiwa Bandung Lautan Api, dengan ornamen bunga khas Bandung, Patrakomala di bagian kepala stilasi. Beberapa stilasi mengisi tempat di ruang aktifitas warga, di atas trotoar, di Jalan Ir. H. Djuanda dan Asia Afrika.

Tetapi stilasi ini kalah menonjol dibanding tugu atau monumen lainnya. Di Jalan Ciguriang, sebuah stilasi terkurung di dalam pekarangan rumah warga. Bahkan, di Jalan Dewi Sartika, stilasi itu tak mendapat kesan baik.

Ia berdiri di tengah impitan kayu-kayu penyokong barang jualan pedagang kaki lima. Selintas, bentuk stilasi-stilasi dari batu alam ini tak mencolok karena berwarna seragam dengan kelir trotoar atau batu bollard pelindung pedestrian.

Monumen Bandung Lautan Api, sebagai landmark utama di Taman Tegallega juga ikut tertutup dari keramaian.

Oleh karena itu, Tedy meminta Pemkot Bandung, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata merevitalisasi titik-titik penting penjaga ingatan warga dalam perjuangan pendahulu di masa kemerdekaan.

Dibutuhkan penataan kawasan supaya betul-betul mencuri perhatian warga, termasuk wisatawan. Tedy juga berharap ada rancangan wisata sejarah yang menyusuri lokasi penentu keputusan para pejuang saat melancarkan strategi Bandung Lautan Api.

“Butuh revitalisasi. Stilasi makin diperjelas lalu diberikan edukasi agar lebih mencerahkan. Dibuat jalur sepeda yang melintasi situs-situs tersebut. Bisa kolaborasi dengan Dishub Kota Bandung yang mengelola jasa sewa sepeda Boseh,” ujarnya.

Disbudpar yang menjadi penghubung pariwisata juga bisa meminta hotel-hotel untuk membuka promo wisata sejarah Bandung Lautan Api untuk mengenalkan pada wisatawan.

Yang lebih utama, kata Tedy, penanda peristiwa Bandung Lautan Api harus benar-benar dijiwai masyarakat Bandung. Banyak energi perjuangan, penyemangat, hingga pemersatu warga dari peristiwa Bandung Lautan Api yang harus dipelihara hingga masa depan.

“Suatu saat, jika stilasi dan area hasil revitalisasi ini terus menyentuh rasa warga yang melintas, mudah-mudahan energi patriotik, kebersamaan, tak kenal menyerah, bisa terus hadir di hati masyarakat Bandung,” tutur Tedy.

(Depe)

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button