PenaKu.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tekanan hingga perdagangan sore hari ini. Mata uang Garuda tercatat bergerak di rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS, mencerminkan sentimen pasar yang belum sepenuhnya mendukung penguatan rupiah.
Berdasarkan data referensi Bank Indonesia (BI), kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) terakhir tercatat sebesar Rp17.863 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan rupiah menguat tipis dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya. Meski demikian, nilainya masih berada di sekitar level terlemah dalam beberapa waktu terakhir.
Sepanjang perdagangan, pergerakan rupiah berlangsung cukup dinamis. Pada sesi pagi, dolar AS sempat menguat hingga mendekati level Rp17.900 sebelum kembali bergerak lebih stabil menjelang penutupan pasar.
Sejumlah analis menilai tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi faktor eksternal, terutama arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta penguatan dolar AS di pasar global. Selain itu, ketidakpastian ekonomi dunia mendorong investor untuk menempatkan dana pada aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.
Upaya Stabilisasi Rupiah terhadap Dolar AS
Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia terus menjalankan berbagai langkah stabilisasi guna menjaga keseimbangan pasar valuta asing. Kebijakan tersebut dinilai mampu meredam tekanan yang lebih besar terhadap nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.
Jika dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2026, pergerakan rupiah relatif belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Dalam beberapa hari terakhir, mata uang Indonesia itu masih bergerak pada rentang yang sama, meskipun sempat mencatat penguatan terbatas.
Pelaku pasar saat ini menaruh perhatian pada sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang diperkirakan dapat memengaruhi arah pergerakan mata uang Negeri Paman Sam dalam waktu dekat. Selain itu, perkembangan geopolitik global dan arus modal asing juga menjadi faktor yang berpotensi menentukan kinerja rupiah sepanjang pekan ini.
Untuk jangka pendek, sejumlah pengamat memperkirakan nilai tukar rupiah masih berpeluang bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp18.000 per dolar AS. Stabilitas pasar domestik serta kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dinilai akan menjadi faktor penting dalam menjaga volatilitas tetap terkendali.
Meski masih menghadapi tekanan, kondisi rupiah hingga sore hari ini dinilai relatif stabil. Investor maupun pelaku usaha diharapkan terus mencermati perkembangan pasar global yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar dalam beberapa hari mendatang.** (tds)











