Disdik dan FORMI Bandung Barat Berencana Hidupkan Lagi Olahraga Tradisional

Ketua formi kab bandung barat usep sukarna

PenaKu.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat bersama Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) siap bekerjasama dalam menghidupkan kembali olahraga tradisional di lingkungan pendidikan SD dan SMP.

Hal itu dilakukan agar olahraga tradisional yang merupakan produk budaya lokal tetap terjaga dan harus dikembangkan agar lestari.

“Olahraga tradisional selain menyehatkan tubuh juga melatih kepekaan jiwa, kepekaan sosial, dan tentu saja menumbuhkan kebahagiaan. Banyak sekali olahraga tradisional yang sudah hilang digantikan dengan permainan modern dan digital,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, KBB, Asep Dendih di Ngamprah, Selasa (28/7/2020).

Menurutnya, jika olahraga prestasi seperti sepakbola, voli, bulutangkis dan lainnya dikembangkan lewat komite olahraga daerah atau juga Dinas Pemuda dan Olahraga, maka pengembangan olahraga tradisional ini menjadi tanggungjawab pengurus FORMI.

“Olahraga tradisional perlu dikembangkan lagi guna memupuk karakter-karakter siswa dalam mengenal budaya lokal,” kata dia.

Untuk itu Ia pun berharap keberadaan FORMI mampu menjadi ujung tombak menjaga olahraga tradisional yang merupakan produk budaya masyarakat lokal.

“Dorongan dari Disdik KBB sendiri nanti semua siswa atau guru diberikan semacam pembinaan untuk mengenalkan lagi ke siswa apa itu olahraga tradisional,” imbuh dia.

Sementara itu ketua umum FORMI KBB, Usep Sukarna mengatakan, anak masa kini banyak yang sudah tidak mengenal permainan tradisional. Anak cenderung lebih mengenal mainan di gawainya

“Kita berharap anak-anak di sekolah nanti dapat mengenalkan apa itu olahraga tradisional, ini kan olahraga rekreasi, tidak untuk anak-anak saja tapi untuk orang tua dan lainya juga FORMI akan hadir ditengah-tengah masyarakat,” ucap dia.

Menurut Usep, anak-anak sekarang ini dikhawatirkan melupakan permainan tradisonal yang sudah jarang dimainkan. Kemajuan teknologi informasi buat anak-anak lebih mudah bermain secara daring di gawainya.

Padahal lanjut Usep, keberadaan permainan tradisional memiliki makna yang dalam pergaulan atau interaksi sosial anak-anak. Selain itu mampu mendorong anak-anak untuk hidup sehat dengan berolahraga.

“Kita sudah membuat konsep agar anak-anak dapat menyukai olahraga tradisional ini. Kalo sekarang kondisi masih COVID-19, mudah-mudahan semua kondisi kembali normal,” pungkasnya.


(Cep)

Leave a Reply

Your email address will not be published.