PenaPendidikan
Trending

Disdik Bandung Barat Pantau Ketat PTM Terbatas

PenaKu.IDDisdik Bandung Barat terus melakukan supervisi terhadap setiap sekolah yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Hal tersebut dilakukan Disdik Bandung Barat untuk memastikan bahwa tidak ada klaster baru sejak dimulainya pembelajaran tatap muka terbatas pada masing-masing sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih mengatakan, setelah beredarnya informasi terkait kemunculan klaster baru Covid-19. Pihaknya memastikan tidak menemukan kasus tersebut di sekolah di KBB.

“Hasil supervisi yang kemarin kami lakukan di KBB. Alhamdulillah tidak ada klaster baru,” kata Asep, Kamis (30/9/2021).

Ia menerangkan, Disdik Bandung Barat telah melakukan pemantauan ke beberapa kecamatan. Bahkan, hingga saat ini masih melaksanakan pemantauan di 16 Kecematan.

“Kemarin sudah melaksanakan mulai Lembang, Parongpong, Cisarua, Cipeundeuy, Cikalong, Rongga dan Gununghalu. Saya pastikan di KBB tidak ada klaster baru seperti yang diisukan di Jabar,” terangnya

Ia menjelaskan, pihaknya melaksanakan skema 50 persen bagi siswa masuk ke sekolah. Artinya, untuk setiap sekolah yang sudah menggelar PTM terbatas harus memberikan kesempatan siswa masuk sekolah secara bergilir baik untuk jenjang SD maupun SMP.

“Jadi tidak masuk semuanya guna menghindari kerumunan. Skema di sekolah diatur sedemikian rupa mulai kelas 1-6 baik yang masuk atau yang belajar secara daring,” jelasnya.

Berikut Target Disdik Bandung Barat

Asep pun mengungkapkan, pihaknya menargetkan pelaksanaan PTM terbatas bisa dilakukan semua sekolah di KBB hingga bulan November mendatang.

“Walaupun kami tetap mengimbau, bukan hanya target yang harus dicapai. Tapi prokes, strategi sekolah, dan skema sekolah itu harus diperhatikan,” ungkapya.

Ia mengimbau, dengan target yang telah ditentukan, pihaknya meminta kepada seluruh steak holder yang ada di sekolah agar selalu memperhatikan penerapan prokes COVID-19.

“Mohon diperhatikan siswa yang datang atau pulang baik oleh pihak sekolah maupun orang tua,” ujarnya.

Ia menambahkan, agar semua guru yang ada di sekolah bisa stand by ada di kelas sebelum murid masuk guna memperhatikan kegiatan para siswa, termasuk penerapan prokes yang baik.

“Ini bertujuan untuk lebih menekan penyebaran COVID-19, juga menyukseskan PTM terbatas di KBB, karena pelaksanaan tatap muka ini perlu kerja keras melalui pengawasan yang ketat,” pungkasnya.

**

Related Articles

Back to top button