PenaKu.ID – Ruang sidang Dewan Keamanan PBB menjadi saksi bisu adu mulut antara pejabat Amerika Serikat dan Iran.
Ketegangan ini dipicu oleh gelombang protes besar yang terjadi di Teheran. AS, di bawah kepemimpinan Trump, mengisyaratkan bahwa semua opsi, termasuk tindakan militer, sedang dipertimbangkan untuk merespons situasi di Iran.
Kemelut Konflik AS dan Iran
Duta Besar AS menegaskan bahwa Washington tidak akan tinggal diam melihat pertumpahan darah.
Sebaliknya, pihak Iran menuding AS sengaja memicu kekacauan untuk melegitimasi intervensi militer.
Iran mendapatkan dukungan dari Rusia dan China yang meminta semua pihak menahan diri guna menghindari konflik berskala besar di Timur Tengah.
Pergerakan dalam Konflik AS dan Iran
Di saat diplomasi sedang buntu, laporan mengenai pergerakan kapal induk AS menuju Timur Tengah mulai bermunculan.
Langkah ini dinilai sebagai persiapan jika sewaktu-waktu ketegangan meningkat menjadi kontak fisik. Sementara itu, para pemimpin di kawasan seperti Arab Saudi dan Qatar terus berupaya meredam situasi agar ekonomi global tidak terguncang.**
