PenaEkonomi
Trending

Di Pasar Tagog Cabai Kriting Anjlok Minyak Meroket

Minyak per liter capai 17 ribu rupiah

PenaKu.ID – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Tempat Penjualan Barang Sementara (TPBS) Pasar Tagog Padalarang Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat cenderung fluktuatif.

Terpantau, beberapa komoditas seperti sayuran maupun komoditas lain tak mengalami kenaikan, namun untuk harga cabai cenderung anjlok, sementara harga minyak mengalami kenaikan cukup signifikan.

Salah satu pedagang Pasar Tagog, Padalarang, Sobur (47) mengatakan, untuk saat ini harga cabai keriting hanya Rp22.000 per kg. Padahal, sebelumnya harga cabai mencapai Rp28.000 per kg.

“Cabai rawit yang biasa Rp15.000 per kg, naik menjadi Rp30.000 per kg. Sedangkan cabai hijau masih normal, yaitu Rp14.000,” katanya kepada wartawan, Rabu (1/9/21).

Sobur mengaku, dalam sehari paling sedikit dirinya menyetok sebanyak 2 kg. Namun, jika harga normal dirinya bisa menyetok sampai 5 kg.

“Saya biasa belanja dari Pasar Caringin, Kota Bandung. Di sana harga dua jenis cabai, seperti keriting dan rawit sudah melambung,” ucapnya.

Selain itu, dirinya mengeluhkan berkurangnya pembeli di Pasar TPBS. Padahal, kata dia, saat berjualan di Pasar Tagog, dirinya bisa menyetok cabai hingga 8 kg per hari.

“Sekarang menjual 2 kg juga masih ada sisa,” ujarnya.

Di Pasar Tagog Minyak Melambung

Selain cabai, lanjut dia, harga minyak saat ini mengalami kenaikan signifikan, awalnya dikisaran Rp12.000 per liter, namun saat ini berada di kisaran Rp17.000.

“Kita lumayan bingung menjualnya. Kemarin sempat bertahan di harga Rp15.000, tapi kini sudah naik,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kondisi pandemi ini sangat berdampak besar pada perekonomian, terutama bagi para pedagang di pasar.

“Saya berharap, ke depan pemerintah bisa memberikan solusi nyata bagi para pedagang pasar terutama soal harga yang bahan pokok yang melambung,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) KBB, Ricky Riyadi menyebut, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan per 1 September 2021, posisi harga cabai keriting berada dikisaran harga Rp 22.000. Sementara harga cabai biasa berada dikisaran harga Rp28.000.

Padahal, kata dia, harga cabai keriting sebelum anjlok mencapai Rp28.000 dan harga cabai biasa mencapai Rp30.000.

“Dengan anjloknya harga cabai, kemungkinan secara prinsip ekonomi panen sedang melimpah,” katanya.

Ia pun menambahkan, untuk menstabilkan harga cabai, termasuk kebutuhan pokok lainnya, pihaknya akan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar ada pemerataan harga.

“Kalau untuk kebijakan ini lebih baik diputuskan provinsi. Tapi, sejauh ini stok untuk bahan pokok, seperti cabai ini bisa disebut melimpah,” pungkasnya.

**

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button