PenaKu.ID – Dunia dikejutkan dengan misi penyelamatan kru jet tempur F-15E Strike Eagle yang jatuh di pedalaman Iran. Operasi ini melibatkan puluhan pasukan khusus, CIA, hingga dukungan pesawat tempur untuk mengekstraksi perwira tersebut dari wilayah musuh.
Kejadian ini menandai pertama kalinya jet tempur AS jatuh oleh tembakan musuh dalam lebih dari dua dekade.
Strategi Bertahan Hidup Pilot F-15
Setelah berhasil melontarkan diri pada hari Jumat, awak pesawat tersebut harus bersembunyi di celah pegunungan yang terjal.
Dengan hanya berbekal sebuah pistol, ia membatasi penggunaan suar darurat agar posisinya tidak terendus oleh pihak Iran yang telah menjanjikan hadiah £50.000 untuk penangkapannya. Latihan keras yang diterimanya menjadi kunci utama keselamatannya selama berhari-hari.
Perlombaan Pilot F-15 Melawan Waktu
Militer AS bergerak cepat sebelum warga sipil bersenjata Iran menemukan lokasi persembunyian sang pilot. Pada hari Minggu, Presiden Trump mengonfirmasi bahwa perwira tersebut telah berhasil dievakuasi dalam kondisi terluka serius namun stabil.
Meskipun misi ini berakhir sukses, insiden ini menunjukkan betapa tingginya risiko operasi militer di wilayah berbenteng kuat seperti Iran selatan.**
