Ragam

Cold Pursuit: Dendam Sunyi di Balik Salju

Cold Pursuit: Dendam Sunyi di Balik Salju
Cold Pursuit: Dendam Sunyi di Balik Salju. /Instagram

PenaKu.ID – Film aksi-thriller Cold Pursuit kembali mencuri perhatian publik seiring maraknya penayangan ulang di berbagai platform digital dan televisi. Meski telah dirilis beberapa tahun lalu, film yang dibintangi Liam Neeson ini dinilai tetap relevan berkat alur cerita solid, ketegangan intens, serta sentuhan humor gelap yang jarang ditemui dalam film aksi arus utama.

Cold Pursuit mengikuti kisah Nels Coxman, pria sederhana yang menjalani hidup tenang sebagai pengemudi alat pembajak salju di sebuah kota pegunungan bersalju di Colorado. Rutinitasnya yang damai mendadak hancur ketika putranya, Kyle, ditemukan tewas dan disebut meninggal akibat overdosis narkoba. Nels menolak menerima penjelasan tersebut dan memilih menelusuri kebenaran di balik kematian sang anak.

Penyelidikan pribadi itu menyeret Nels ke dalam jaringan gelap perdagangan narkoba yang dikuasai sosok kejam berjuluk Viking. Dari titik inilah, perjalanan balas dendam dimulai. Tanpa pengalaman kekerasan sebelumnya, Nels perlahan berubah menjadi figur dingin yang memburu anggota sindikat narkoba yang diyakininya terlibat dalam tragedi keluarga tersebut.

Namun, aksi balas dendam itu justru memantik kekacauan yang lebih luas. Serangkaian kesalahpahaman antarkelompok kriminal memicu konflik terbuka antara kartel Viking dan kelompok kriminal suku asli Amerika. Kota kecil yang semula sunyi pun berubah menjadi arena pertumpahan darah di tengah lanskap salju yang membeku.

Cold Pursuit Suguhkan Satire Tajam

Tak sekadar menonjolkan adegan aksi, Cold Pursuit juga menyuguhkan humor hitam dan satire tajam. Unsur tersebut terlihat dari cara film menggambarkan kematian para karakter hingga ironi konflik yang terus membesar tanpa kendali. Gaya ini menjadi ciri khas sutradara Hans Petter Moland, yang sebelumnya juga menggarap versi asli film ini dalam bahasa Norwegia.

Memasuki bagian akhir, konflik mencapai puncaknya ketika para tokoh utama saling berhadapan. Meski dendam Nels terlampiaskan, film ini menutup cerita dengan nada pahit, menegaskan bahwa kekerasan tidak pernah benar-benar menyembuhkan kehilangan, melainkan menyisakan kehampaan dan absurditas.

Dirilis pada 2019, Cold Pursuit merupakan versi daur ulang dari film Norwegia In Order of Disappearance. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi terkait kelanjutan atau sekuel film tersebut. Kendati demikian, kekuatan cerita dan pendekatan naratifnya membuat Cold Pursuit tetap layak ditonton, terutama bagi pencinta film aksi dengan nuansa gelap dan emosional.** [teds]

Exit mobile version