PenaKu.ID – Gurat senyum bahagia terpancar dari wajah puluhan anak yatim piatu saat melangkah memasuki pelataran Masjid Jami At-Tholibin yang berlokasi di Jalan Arif Rachman Hakim Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Minggu (15/3/2026).
Sore itu, udara Ramadhan 1447 Hijriah terasa begitu sejuk, bukan hanya karena semilir angin senja, melainkan karena hangatnya semangat berbagi yang diusung oleh sebuah komunitas lintas profesi dalam acara Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim.
Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi oase di tengah hiruk pikuk kota. Suasana kekeluargaan begitu kental terasa saat para anggota komunitas duduk bersimpuh di atas karpet masjid, berbaur tanpa sekat dengan anak-anak istimewa tersebut. Menjelang adzan Maghrib, lantunan selawat dan doa bersama menggema, mengetuk pintu langit demi mengharap keberkahan di bulan yang mulia ini.
Sinergi Kebaikan
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari tangan-tangan baik yang bekerja di balik layar. Ketua Lapdek Comunity Sukabumi (LCS) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu mewujudkan momen indah ini.
“Kami haturkan terima kasih yang mendalam kepada jajaran Pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) yang telah memberikan dukungan moril maupun fasilitasi, serta kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya. Amanah Anda semua telah kami sampaikan, dan lihatlah, kebahagiaan anak-anak ini adalah balasan terbaik yang melampaui kata-kata,” kata Ketua LCS Kompol Purn Sunarya Ishak dengan penuh haru.
Pesan untuk Sang Penggerak
Bagi para anggota komunitas tanbah Ishak, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan atau seremonial belaka. Momentum di Masjid Jami At-Tholibin ini diharapkan menjadi pengingat bahwa esensi dari sebuah komunitas adalah kebermanfaatan bagi sesama.
“Saya berharap dan berpesan untuk para anggota LCS agar menjaga konsistensi, Semoga semangat berbagi ini tidak padam seiring berlalunya Ramadan. Jadikan kepedulian sebagai napas organisasi,” ucapnya.
Mempererat Solidaritas:
Selain itu Purnawirawan Polisi ini juga berharap jadikan kegiatan sosial ini sebagai perekat silaturahmi antaranggota. Kekuatan kita bukan pada angka, tapi pada seberapa besar dampak yang kita berikan.
“Tetaplah menjadi pribadi yang peka terhadap kondisi sosial di sekitar kita. Ingatlah bahwa dalam setiap rezeki yang kita terima, ada hak orang lain yang harus ditunaikan,” cetusnya.
Menutup Senja dengan Berkah Ramadhan
Saat azan berkumandang, segelas air dan sebutir kurma menjadi saksi bisu indahnya kebersamaan. Pemberian santunan secara simbolis menutup rangkaian acara dengan penuh haru. Harapannya sederhana: agar anak-anak ini merasa dicintai dan memiliki masa depan yang cerah, serta para anggota komunitas kembali pulang dengan hati yang lebih bersih dan jiwa yang lebih tenang.
Ramadhan 1447 H di Masjid Jami At-Tholibin tahun ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tapi tentang bagaimana kita memanusiakan manusia dan menjemput berkah melalui tangan-tangan kecil yang penuh doa.
***
