PenaKu.ID – Ketegangan geopolitik global kembali memanas setelah Iran secara tegas mengajukan sejumlah prasyarat ketat untuk membuka kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.
Kebijakan ini diambil Teheran sebagai respons atas eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari.
Kondisi tersebut praktis membuat jalur ekonomi dunia ini berada dalam cengkeraman blokade efektif. Akibatnya, arus perdagangan internasional mengalami gangguan serius di tengah ancaman serangan militer yang terus mengintai kapal-kapal tanker komersial yang melintas.
Tuntutan Ganti Rugi dan Penghentian Agresi Militer di Selat Hormuz
Kepala keamanan Mohammad Bagher Zolghadr pada hari Sabtu memaparkan daftar tuntutan mutlak yang harus dipenuhi sebelum pembukaan selat. Daftar tersebut mencakup penghentian total agresi militer terhadap Iran beserta sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, Teheran menuntut pencabutan blokade angkatan laut AS, penghapusan sanksi ekonomi, pencairan aset yang dibekukan, serta pembayaran kompensasi penuh atas kerusakan akibat perang.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menambahkan bahwa diskusi dengan Oman memang mendekati tahap akhir, namun realisasinya tetap bergantung pada pemenuhan seluruh syarat tersebut.
Eskalasi Serangan di Jalur Pelayaran Selat Hormuz
Di tengah proses diplomasi yang berjalan alot, situasi di lapangan justru semakin membahayakan keselamatan pelayaran internasional.
Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab pada hari Sabtu mengecam serangan rudal Iran yang menargetkan kapal tanker milik ADNOC.
Insiden serupa turut dikonfirmasi oleh United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) pada hari Sabtu, di mana sebuah kapal terkena proyektil di lepas pantai Oman hingga memicu kebakaran.
Pihak ADNOC mencatat sedikitnya 15 kapal mereka telah diserang sejak perang dimulai. Menanggapi situasi genting ini, Kementerian Luar Negeri Oman pada hari Sabtu mengutuk serangan berulang tersebut dan mendesak semua pihak menjaga suasana konstruktif demi tercapainya kesepakatan navigasi yang aman.**
