PenaKu.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih akan diguyur hujan pada Selasa (21/4/2026). Intensitasnya bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat, dengan potensi disertai petir dan angin kencang.
Dalam laporan resmi terbaru, BMKG menetapkan sejumlah daerah dalam status waspada akibat peluang hujan sedang hingga lebat. Beberapa wilayah di Sumatra, seperti Lampung, Sumatra Barat, dan Jambi, diperkirakan mengalami curah hujan tinggi sepanjang hari.
Potensi cuaca ekstrem juga diprediksi terjadi di berbagai wilayah lain, terutama pada rentang waktu siang hingga malam. Fenomena ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang masih aktif, termasuk pengaruh sirkulasi angin serta tingginya kelembapan udara.
Secara umum, pola cuaca nasional saat ini dipengaruhi fase peralihan musim atau pancaroba. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan cuaca yang cepat, disertai peningkatan pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.
Di Pulau Jawa, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi turun secara merata. Sementara itu, wilayah Kalimantan, Maluku, dan Papua juga diprakirakan mengalami kondisi serupa, dengan kemungkinan hujan yang disertai kilat serta angin kencang.
BMKG Ingatkan Kewaspadaan
BMKG mencatat, sebagian wilayah Indonesia memang mulai memasuki awal musim kemarau. Namun, ketidakstabilan atmosfer membuat hujan masih kerap terjadi, khususnya pada sore hingga malam hari.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca, seperti genangan, banjir lokal, dan pohon tumbang akibat angin kencang. Aktivitas di luar ruangan juga perlu memperhatikan risiko petir, terutama saat hujan berintensitas tinggi.
BMKG turut mengingatkan pentingnya memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, mengingat perubahan kondisi atmosfer dapat berlangsung cepat selama periode pancaroba.
Sebagai catatan, kondisi cuaca di Indonesia hari ini masih didominasi hujan dengan potensi intensitas sedang hingga lebat di berbagai wilayah. Meski sebagian daerah mulai beralih ke musim kemarau, potensi cuaca ekstrem tetap perlu diantisipasi.** (tds)
