PenaKu.ID – Tim nasional Belgia gagal mengamankan kemenangan pada laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Mesir di Seattle Stadium, Amerika Serikat, Senin (15/6/26) waktu setempat.
Hasil tersebut membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin pada pertandingan pertama mereka di fase grup. Duel berlangsung sengit dengan intensitas tinggi sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan.
Mesir berhasil membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-20 melalui gol spektakuler Emam Ashour. Berawal dari umpan matang Mohamed Salah, Ashour melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke pojok bawah gawang Belgia. Kiper Thibaut Courtois tak mampu menjangkau bola, sehingga Mesir unggul 1-0.
Sepanjang babak pertama, Belgia berupaya mengendalikan permainan melalui penguasaan bola. Namun, rapatnya pertahanan Mesir yang dirancang pelatih Hossam Hassan membuat sejumlah serangan The Red Devils gagal membuahkan hasil.
Mesir bahkan nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-33. Beruntung bagi Belgia, Courtois tampil sigap dengan melakukan penyelamatan penting yang menjaga skor tetap 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Belgia meningkatkan tekanan. Kevin De Bruyne hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-53, tetapi tembakannya hanya membentur tiang gawang.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, kemudian melakukan perubahan penting pada menit ke-65 dengan memasukkan Romelu Lukaku menggantikan Charles De Ketelaere. Keputusan tersebut langsung memberikan dampak instan.
Belgia Selamat dari Kekalahan
Hanya 28 detik setelah masuk lapangan, Lukaku terlibat dalam proses gol penyama kedudukan. Melalui situasi tendangan bebas cepat, striker berusia 33 tahun itu memenangi duel di dalam kotak penalti dan memaksa bek Mesir, Mohamed Hany, melakukan gol bunuh diri saat berusaha menghalau bola. Skor berubah menjadi 1-1 pada menit ke-66.
Setelah gol tersebut, kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Belgia memperoleh kesempatan emas pada menit ke-82, tetapi kiper Mesir, Mostafa Shobeir, berhasil melakukan penyelamatan krusial.
Hingga pertandingan berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Kedua tim pun harus puas mengakhiri laga dengan skor imbang 1-1.
Secara statistik, Belgia tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Tim asuhan Rudi Garcia mencatatkan 58 persen penguasaan bola, sedangkan Mesir mengoleksi 42 persen.
Dari sisi peluang, The Red Devils menghasilkan 12 tembakan dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang serta satu tembakan membentur tiang. Mesir melepaskan delapan percobaan dengan tiga tembakan tepat sasaran.
Gelar pemain terbaik atau Man of the Match layak diberikan kepada Emam Ashour. Gelandang Mesir tersebut tidak hanya mencetak gol pembuka yang indah dari luar kotak penalti, tetapi juga tampil dominan di lini tengah sepanjang pertandingan.
Pergerakannya beberapa kali merepotkan Amadou Onana dan Youri Tielemans, sekaligus menjadi motor serangan utama The Pharaohs sebelum ditarik ke luar pada menit ke-70 untuk memperkuat pertahanan timnya.
Hasil imbang membuat Belgia dan Mesir sama-sama mengoleksi satu poin dari satu pertandingan. Pada pertandingan berikutnya, Belgia dituntut tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Sementara itu, Mesir membawa modal positif berkat performa disiplin yang memberi harapan besar untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026.** (tds)







