PenaKu.ID – Ratusan warga memadati Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/5/2026) malam, dalam kegiatan bertajuk Bandung for Palestine. Agenda tersebut digelar untuk memperingati 78 tahun Tragedi Nakba, peristiwa pengusiran ratusan ribu rakyat Palestina dari tanah kelahirannya pada 1948.
Kegiatan ini diinisiasi Indonesia for Palestine Movement bersama Rumah Zakat, DT Peduli, dan Wakaf Salman. Acara tersebut menjadi ruang kolaborasi berbagai komunitas, lembaga kemanusiaan, tokoh publik, hingga aktivis dalam menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus menyoroti krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza.
Beragam rangkaian acara digelar dalam kegiatan itu, mulai dari diskusi kemanusiaan, teatrikal refleksi tragedi Nakba, pemutaran film dokumenter, pertunjukan seni, hingga penggalangan solidaritas untuk Palestina.
Sejumlah tokoh dan seniman turut hadir memeriahkan acara, di antaranya Arie Untung, Panji Sakti, Ghaida Tsurayya, komunitas Bandung Student Justice for Palestine, serta Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri MUI Pusat Oke Setiadi Affendi. Hadir pula Direktur DT Peduli Muhammad Ihsan, Direktur Wakaf Salman Hari Utomo, dan Deputy Director Al-Khair Foundation Southeast Asia Athallah Abu Salah.
Corporate Secretary Division Head Rumah Zakat, Tantan Supriatna, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan konsorsium Indonesia for Palestine untuk memperluas kesadaran masyarakat terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“Momentum Nakba ini menjadi pengingat bahwa perjuangan Palestina belum selesai. Harapannya, gerakan seperti ini tidak hanya hidup di Bandung, tetapi juga menyebar ke berbagai kota di Indonesia agar suara kemerdekaan Palestina terus digaungkan,” ujar Tantan di sela kegiatan.
Bandung for Palestine Sebuah Pengingat
Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia Afrika dan Dasasila Bandung sebagai simbol perjuangan bangsa-bangsa tertindas.
“Jika dahulu Bandung menjadi kompas bagi kemerdekaan bangsa-bangsa Asia dan Afrika, maka hari ini Bandung harus kembali menjadi mercusuar bagi kemerdekaan Palestina,” katanya.
Direktur DT Peduli, Muhammad Ihsan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga perhatian terhadap isu Palestina agar tetap hadir di ruang publik maupun media massa.
“Palestina tidak boleh hanya hadir saat momentum tertentu. Kepedulian ini harus terus dijaga sebagai bentuk keberpihakan terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Wakaf Salman, Hari Utomo, menegaskan solidaritas terhadap Palestina harus diwujudkan melalui aksi nyata dan dukungan berkelanjutan.
“Peringatan Nakba bukan sekadar mengenang tragedi masa lalu, tetapi juga menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita semua untuk terus membersamai perjuangan rakyat Palestina,” kata Hari.
Kegiatan Bandung for Palestine diharapkan menjadi pengingat bahwa tragedi Nakba bukan hanya catatan sejarah, melainkan luka panjang yang hingga kini masih dirasakan rakyat Palestina akibat penjajahan, blokade, dan agresi kemanusiaan yang terus berlangsung.**











