PenaKu.ID – Aktris sekaligus penyanyi Cinta Laura menyampaikan pandangannya terkait kasus meninggalnya Yurizal, pasien pengguna BPJS Kesehatan yang menjadi sorotan publik di media sosial.
Kasus tersebut ramai diperbincangkan setelah Yurizal diduga terlambat memperoleh ruang perawatan selama sekitar delapan jam karena berstatus sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @claurakiehl, Cinta Laura mengajak masyarakat melihat persoalan ini dari sudut pandang yang lebih luas.
Menurutnya, fokus pembahasan tidak semestinya hanya berhenti pada perdebatan mengenai pihak yang benar atau salah, melainkan pada akar persoalan yang memunculkan stigma terhadap pasien BPJS.
Cinta Laura menilai masih banyak masyarakat, termasuk sebagian tenaga kesehatan, yang memandang pasien BPJS layak menerima perlakuan berbeda dibanding pasien lainnya. Pernyataan tersebut dikutip pada Rabu (5/8/2026).
Cinta Laura Pertanyakan Stigma terhadap Pasien BPJS
Dalam unggahannya, Cinta Laura menuliskan bahwa pertanyaan yang seharusnya menjadi perhatian bersama adalah mengapa pasien BPJS kerap dianggap pantas diabaikan hanya karena menggunakan program jaminan kesehatan tersebut.
“Pertanyaan yang sebenarnya lebih penting adalah, kenapa begitu banyak orang Indonesia, termasuk tenaga kesehatan, sering merasa bahwa pasien BPJS layak ditelantarkan hanya karena menggunakan BPJS?” tulis Cinta Laura, dikutip Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar seluruh pasien memperoleh pelayanan kesehatan yang setara tanpa memandang jenis pembiayaan yang digunakan.
Cinta Laura Soroti Menurunnya Kepercayaan Publik
Selain membahas stigma terhadap peserta BPJS, Cinta Laura juga menyinggung rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan.
Ia menilai kondisi tersebut terbentuk dari berbagai pengalaman dan cerita yang berkembang selama bertahun-tahun, baik yang telah terverifikasi maupun yang masih menjadi perbincangan publik.
“Tingkat ketidakpercayaan publik seperti ini enggak muncul dalam semalam. Ini terbentuk dari cerita-cerita yang terus bermunculan selama bertahun-tahun (ada yang terverifikasi, ada yang tidak) tentang pasien dan keluarganya yang merasa diabaikan di saat mereka paling membutuhkan pertolongan,” tulisnya.
Kasus meninggalnya Yurizal pun kembali memicu diskusi mengenai pentingnya pemerataan pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas layanan rumah sakit, serta perlunya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan di Indonesia.**











