PenaKu.ID – DPD PDI Perjuangan Jawa Barat mulai menggelar seleksi pemain untuk memperkuat tim Jawa Barat pada ajang Soekarno Cup 2026. Proses penjaringan talenta muda tersebut dilaksanakan di dua titik, yakni Stadion Jalak Harupat untuk wilayah Bandung Raya dan Stadion Patriot Bekasi bagi peserta dari Bekasi Raya.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen partainya dalam membina atlet muda secara berkelanjutan.
“Soekarno Cup adalah liga kampung U-17. Ini sudah tahun ketiga dilaksanakan PDI Perjuangan secara nasional,” ujar Ono usai membuka Seleksi Banteng Jabar Soekarno Cup di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (16/5/26).
Menurut Ono, semangat kompetisi ini berangkat dari pemikiran Presiden pertama RI, Soekarno, yang memandang olahraga sebagai sarana pembentukan karakter bangsa atau nation and character building.
Ia menilai sepak bola dipilih karena memiliki akar kuat di masyarakat dan menjadi olahraga dengan basis penggemar terbesar di Indonesia. Selain itu, kompetisi juga diharapkan mampu menanamkan nilai sportivitas, kepemimpinan, serta gotong royong kepada para pemain muda.
“Mengapa sepak bola, karena sepak bola adalah olahraga rakyat yang memiliki akar sejarah kuat dan minat publik sangat luas. Kompetisi ini juga dilaksanakan dengan mengadopsi nilai-nilai Bung Karno,” katanya.
Kapan Pertama Kali Soekarno Cup Digelar?
Soekarno Cup pertama kali digelar pada 2024 di Jakarta dengan Bali keluar sebagai juara. Pada edisi berikutnya tahun 2025, Bali bertindak sebagai tuan rumah dan Jawa Timur berhasil menjadi pemenang. Tahun ini, Jawa Timur kembali ditunjuk menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan Soekarno Cup 2026 yang direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang dengan melibatkan 16 provinsi.
Untuk komposisi tim Jawa Barat, Ono menjelaskan skuad akan diisi 20 pemain U-17 serta lima pemain senior. Seluruh peserta diwajibkan berstatus amatir dan tidak tercatat sebagai pemain profesional.
“Intinya semuanya pemain amatir. Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi membangun kesadaran bahwa generasi muda perlu dibina. Untuk persatuan, sportivitas, gotong royong, sekaligus pembinaan karakter,” ujarnya.
Pada hari pertama seleksi di Jalak Harupat, sebanyak 90 peserta hadir dari total 100 pendaftar. Sementara seleksi untuk wilayah Bekasi Raya dan Bogor Raya ditargetkan diikuti sekitar 100 peserta. Secara keseluruhan, jumlah pendaftar mencapai 214 orang.
Ono juga mengungkapkan rencana penyelenggaraan kompetisi tingkat provinsi pada tahun depan yang akan melibatkan 21 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
“Nanti tahun depan Jawa Barat akan melaksanakan kompetisi tingkat provinsi dengan peserta 21 kabupaten/kota. DPC nanti bertanggung jawab,” katanya.
Melalui ajang tersebut, PDIP Jawa Barat berharap mampu melahirkan pemain muda potensial yang dapat dibina secara profesional hingga menjadi atlet nasional. Bahkan, Ono memiliki harapan agar PDI Perjuangan suatu saat memiliki klub sepak bola yang tampil di kompetisi nasional.
“Kita harapkan mereka jadi atlet nasional. Saya berharap PDI Perjuangan nanti punya klub bola yang bertanding di liga-liga nasional,” tuturnya.
Harapan Tim Banteng Jabar untuk Soekarno Cup
Sementara itu, Manajer Tim Banteng Jabar, Hengky Kurniawan, menegaskan fokus pembinaan diarahkan pada kelompok usia U-17 karena dinilai menjadi generasi masa depan sepak bola Indonesia.
Ia berharap tim yang dibentuk mampu memberikan prestasi terbaik bagi Jawa Barat di Soekarno Cup 2026.
Menurut Hengky, partai politik juga memiliki tanggung jawab moral dalam membangun masyarakat secara menyeluruh, termasuk menyediakan ruang kreatif bagi generasi muda.
“Kami ingin memberikan ruang kreatif bagi anak muda agar terhindar dari kegiatan negatif. Melalui sepak bola, kita bangun mentalitas yang sehat,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Chaerul Rizky Mantini serta sejumlah anggota legislatif, yakni Bayu Satya Prawira, Angie Natesha Goenadi, dan Agung Yudaswara.**





