PenaKu.ID – Dunia pariwisata internasional dikejutkan dengan kabar duka dari kapal pesiar MV Hondius. Setelah sempat tertahan akibat laporan kesehatan yang mengkhawatirkan, penumpang terakhir akhirnya diizinkan meninggalkan kapal pada Senin, 11 Mei 2026.
Namun, kepulangan mereka diiringi konfirmasi mengerikan: tiga penumpang dinyatakan meninggal dunia setelah terinfeksi Hantavirus yang mematikan.
Pemerintah Spanyol mengonfirmasi bahwa evakuasi terakhir melibatkan warga dari Australia, Inggris, dan Selandia Baru. Hingga Senin malam, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat tujuh kasus terkonfirmasi dan dua kasus susulan yang masih dalam pemantauan ketat. Salah satu warga Spanyol yang kini dikarantina di Madrid juga menunjukkan hasil tes awal positif, menambah panjang daftar korban dari kapal tersebut.
Penyebaran Luas Hantavirus di Berbagai Negara
Dampak dari pelayaran ini menyebar secara global. Di Paris, Menteri Kesehatan Prancis, Stéphanie Rist, melaporkan seorang pasien wanita dalam kondisi kesehatan yang menurun drastis.
Sementara itu, Amerika Serikat terpaksa memulangkan warganya menggunakan unit biokontainer khusus guna mencegah penularan lebih lanjut. Saat ini, dua warga Inggris lainnya sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit Belanda dan Afrika Selatan.
Mengenal Bahaya Hantavirus
WHO meyakini bahwa strain virus yang menjangkiti kapal ini adalah strain Andes, yang memiliki karakteristik unik karena dapat menular antarmanusia. Hantavirus biasanya dibawa oleh hewan pengerat, namun gejala yang ditimbulkan sangat agresif, mulai dari demam tinggi, nyeri otot hebat, hingga sesak napas akut.
Meski operator kapal menyatakan risiko wabah massal rendah, 25 kru dan tim medis masih bertahan di atas kapal untuk proses sterilisasi sebelum berlayar kembali ke Belanda.**





