PenaKu.ID – Pasar energi global terguncang setelah muncul laporan mengenai rencana militer Amerika Serikat untuk melakukan tindakan ofensif terhadap Iran.
Harga minyak mentah jenis Brent sempat melonjak hampir 7% hingga menembus angka $126 per barel. Lonjakan ini merupakan yang tertinggi sejak awal invasi Rusia ke Ukraina, mencerminkan kecemasan investor terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
Rencana Serangan Kilat dan Penutupan Selat Hormuz Penyebab Harga Minyak Dunia
Laporan dari Axios menyebutkan bahwa Komando Pusat AS telah menyiapkan skema serangan “singkat namun kuat” guna memecah kebuntuan negosiasi dengan Teheran. Fokus utama rencana tersebut adalah target infrastruktur strategis.
Situasi diperparah dengan penutupan efektif jalur pelayaran kunci di Selat Hormuz, yang membuat distribusi logistik minyak dunia terhambat total.
Ketegangan Global dan Spekulasi Harga Minyak Dunia
Meski sempat menyentuh angka tertinggi di perdagangan Asia, harga Brent sedikit melandai ke kisaran $122 saat pasar Eropa dibuka.
Fokus utama militer AS saat ini dikabarkan mencakup upaya pengambilalihan sebagian wilayah Selat Hormuz agar dapat dibuka kembali untuk pelayaran komersial. Namun, langkah ini berisiko melibatkan pengerahan pasukan darat yang bisa memperluas eskalasi konflik.**










