Internasional

Kehampaan di Islamabad: Kekecewaan Mendalam Usai Gagalnya Pakta Perdamaian AS-Iran

×

Kehampaan di Islamabad: Kekecewaan Mendalam Usai Gagalnya Pakta Perdamaian AS-Iran

Sebarkan artikel ini
Kehampaan di Islamabad: Kekecewaan Mendalam Usai Gagalnya Pakta Perdamaian AS-Iran
Kehampaan di Islamabad: Kekecewaan Mendalam Usai Gagalnya Pakta Perdamaian AS-Iran/(instagram)

PenaKu.ID – Dalam hitungan menit setelah konferensi pers dramatis yang digelar oleh Wakil Presiden AS, situasi di sekitar lokasi pertemuan langsung berubah drastis.

Kami bersama dengan beberapa jurnalis internasional lainnya yang sedari tadi bersiaga di dalam area pusat konferensi, segera berlari melintasi jalan raya untuk mengamati langsung pergerakan yang terjadi di area luar hotel tempat JD Vance baru saja menyelesaikan pidatonya.

Setibanya di sana, sebuah pemandangan konvoi mobil kenegaraan berskala panjang yang sudah bersiap untuk pergi segera tertangkap oleh mata.

Pergerakan Cepat Tinggalkan Zona Kegagalan di Islamabad

Rombongan kendaraan tersebut mendapat pengawalan keamanan berlapis yang sangat ketat, sebuah kombinasi proteksi yang disediakan langsung oleh otoritas keamanan Pakistan, serta tim pasukan pengamanan khusus yang selalu mendampingi perjalanan wakil presiden Amerika tersebut di luar negeri.

Sebuah mobil limusin anti peluru dengan bendera Amerika Serikat yang berkibar terlihat meninggalkan kompleks hotel dengan pergerakan yang terbilang sangat cepat.

Fakta visual ini memberikan konfirmasi logis dan aman untuk disimpulkan bahwa Wakil Presiden JD Vance sudah sangat siap dan terburu-buru untuk segera meninggalkan kota tersebut setelah diskusi panjang yang melelahkan itu gagal menghasilkan sebuah kesepakatan damai.

Pupusnya Harapan Diplomasi Internasional di Islamabad

Di area sekitar tempat kami berdiri, aura kekecewaan dan rasa pesimistis yang sangat pekat begitu terasa mengudara, seolah bisa disentuh secara fisik, menyusul hasil buntu dari pembicaraan ini.

Berdasarkan kalkulasi politik, banyak pengamat yang sejak awal menyadari bahwa pencapaian kesepakatan damai komprehensif antara kedua belah pihak adalah sebuah pertaruhan probabilitas yang sangat kecil.

Ada jurang posisi yang terlalu lebar antara AS dan Iran. Namun, melihat betapa seniornya delegasi yang dikirim oleh kedua negara, sempat muncul harapan logis bahwa negosiasi kali ini akan membuahkan hasil. Sayangnya, rasa kekecewaan yang lahir dari Islamabad ini dipastikan akan bergema jauh hingga ke seluruh penjuru dunia.**