PenaKu.ID – Seorang lansia bernama Nenek Titi (72), warga Kampung Cimeta, RT 01/10, Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hidup dalam kondisi memprihatinkan. Ia menempati rumah reyot yang nyaris ambruk dan berada di lokasi terpencil, jauh dari permukiman warga lainnya.
Rumah tersebut berdiri di atas lahan milik Perhutani, tepatnya di bawah aliran Kali Gunungpasir Jegur Cianjur. Sejak dibangun pada tahun 2000, rumah itu tidak pernah mengalami perbaikan. Saat itu, rumah didirikan bersama suaminya, almarhum Suwita, yang meninggal dunia pada 2004.
Sejak kepergian suaminya, Nenek Titi sempat tinggal bersama anaknya selama sekitar 10 tahun. Namun, sejak 2014, ia kembali hidup seorang diri di usia senjanya. Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi kesehatannya menurun dan ia kerap sakit-sakitan. Kini, ia ditemani oleh anak sulungnya, Maesaroh (40), yang merawatnya.
Nenek Titik Belum Dapat Bantuan Lagi dari Pemkab Cianjur
Kondisi Nenek Titi semakin memprihatinkan karena tidak mendapatkan bantuan sosial. Ia mengaku terakhir kali menerima bantuan saat pandemi Covid-19 berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebanyak tiga kali. Setelah itu, tidak ada lagi bantuan yang diterima, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Pemerintah Kabupaten Cianjur.
“Saya hanya pernah dapat BLT waktu Covid, itu juga cuma tiga kali. Sekarang tidak pernah dapat bantuan lagi,” ujar Nenek Titi dengan nada lirih, Selasa (7/4/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Sukatani, Heri, tidak berada di kantor saat hendak dikonfirmasi. Perangkat desa setempat, Andika dan Babay, menyampaikan bahwa kepala desa sedang berada di luar.
“Maaf, Pak Kades sedang tidak ada di kantor,” ujar mereka.
Di sisi lain, Camat Haurwangi, Yadi Supriyadi, mengaku belum menerima laporan terkait kondisi rumah tidak layak huni yang ditempati Nenek Titi. Ia menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.
“Kami belum menerima laporan terkait rumah tidak layak huni milik Nenek Titi. Dalam waktu dekat, kami akan berkoordinasi dengan Kepala Desa Sukatani dan berencana mengunjungi langsung,” kata Yadi.**











