PenaKu.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik nadir setelah Presiden Trump mengisyaratkan kesiapan militer untuk melakukan operasi darat.
Ribuan marinir dan pasukan khusus dilaporkan telah dikerahkan ke kawasan tersebut sebagai respons atas ketidakpatuhan Iran terhadap tuntutan nuklir yang diajukan AS.
Ancaman Terhadap Fasilitas Nuklir Iran
Trump disebut tengah mempertimbangkan berbagai opsi, mulai dari penggerebekan terminal ekspor minyak di Pulau Kharg hingga penyitaan stok uranium yang diperkaya.
Dalam pernyataannya di Air Force One semalam, Trump memberikan peringatan keras bahwa Iran terancam kehilangan kedaulatan negaranya jika tidak segera menyerah.
Respons Tegas dari Parlemen Atas Ancaman Menyerang Nuklir Iran
Menanggapi gertakan tersebut, juru bicara parlemen Iran, Mohamed Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa pasukannya sudah bersiap menyambut tentara Amerika.
Iran menolak opsi menyerah dan memperingatkan bahwa setiap upaya serangan darat hanya akan berakhir dengan kehancuran bagi pasukan penyerang di medan perang.**







