PenaKu.ID – Kematian Pemimpin Agung Ali Khamenei memicu ketidakpastian politik yang mendalam di Iran. Konsolidasi kekuatan oleh figur-figur garis keras dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sipil.
Laporan dari berbagai daerah di Iran menunjukkan adanya polarisasi yang tajam di masyarakat dalam menyikapi situasi perang yang sedang berlangsung.
Ketakutan Akan Krisis Kemanusiaan Atas Kepergian Khamenei
Warga di Iran bagian utara mengungkapkan ketakutan mereka akan potensi terjadinya perang saudara jika perubahan rezim tidak segera dilakukan. Banyak warga merasa depresi dan mempertimbangkan untuk bermigrasi besar-besaran demi menghindari konflik yang lebih berdarah.
Perasaan putus asa ini diperparah dengan pembatasan akses informasi yang sangat ketat oleh pemerintah.
Perang Informasi dan Blokade Internet Setelah Kematian Khamenei
Akses internet yang dibatasi dan biaya VPN yang semakin mahal membuat banyak warga Iran, terutama di luar Teheran, mendapatkan narasi perang yang berbeda dari kenyataan.
Media pemerintah terus menyajikan informasi yang menguntungkan rezim, sementara warga yang memiliki akses teknologi berusaha mencari kebenaran di tengah gencarnya sensor digital yang diterapkan.**











